TPID Kota Balikpapan Gelar HLM, Usung Tema Evaluasi Pencapaian dan Penyusunan Langkah Pengendalian Inflasi

BALIKPAPAN, PROKALTIM – Tim Pengendalian Inflasi Kota Balikpapan hari ini (24/2) menggelar High Level Meeting (HLM) TPID Kota Balikpapan secara virtual dengan tema “Evaluasi Pencapaian Inflasi 2020 dan Penyusunan Langkah Strategis Pengendalian Inflasi 2021”. HLM TPID Kota Balikpapan dipimpin langsung oleh Wali Kota Balikpapan yang juga Ketua TPID Kota Balikpapan, Rizal Effendy.

Kegiatan ini dihadiri seluruh anggota TPID Kota Balikpapan. Termasuk Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Sri Darmadi Sudibyo yang juga menjadi narasumber. Selain itu, narasumber lainnya adalah Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltim & Kaltara, Arrahim K Kanam dan Koordinator Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Mulyono Leonardo.

Dalam sambutannya, Ketua TPID Kota Balikpapan menekankan pentingnya mengantisipasi ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga berbagai komoditas pangan yang biasanya mengalami peningkatan permintaan pada momen bulan Ramadan dan Idulfitri 1442 H. Selain itu, dapat menjaga kelancaran distribusi mengingat adanya kendala cuaca yang dapat menyebabkan pasokan dari daerah sentra produksi di luar Kota Balikpapan.

Baca juga  Dipatok Rp20 Ribu, Warga Keluhkan Mahalnya Tiket Parkir Motor di Stadion Batakan

“Tahun 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan, terutama bagi perekonomian di Kota Balikpapan, dampak pandemi Covid-19 yang memengaruhi penurunan daya beli masyarakat,” jelasnya.

Oleh karena itu, program vaksinasi dan program pemulihan ekonomi nasional yang digulirkan pemerintah, diharapkan mampu mendorong peningkatan perekonomian pada tahun ini. Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan dalam paparannya menyampaikan, perkembangan inflasi Kota Balikpapan cenderung melandai sepanjang tahun 2020.

“Inflasi Kota Balikpapan pada Desember 2020 tercatat sebesar 0,65 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan tahun 2019 sebesar 1,88 persen (yoy). Berdasarkan komoditasnya, rendahnya tekanan inflasi tahun 2020 Kota Balikpapan dipengaruhi oleh penurunan tarif angkutan udara seiring berkurangnya permintaan di tengah pandemi Covid-19,” urai Sri Darmadi Sudibyo.

Baca juga  BARMUDA Balikpapan Berbondong Donor Darah, Antisipasi Kekurangan Stok Darah

Selain itu, apresiasi harga emas perhiasan secara gradual terus mengalami peningkatan yang mendorong inflasi pada tahun 2020. Beberapa komoditas bahan makanan seperti ikan-ikanan, telur ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah turut memengaruhi pergerakan inflasi Kota Balikpapan pada tahun 2020.

Memasuki tahun 2021, TPID Kota Balikpapan mencermati adanya beberapa risiko yang akan mendorong peningkatan inflasi di Kota Balikpapan seiring menguatnya permintaan di era new normal. Terutama pasca vaksinasi dan pemulihan ekonomi nasional.

“Risiko lain bersumber dari normalisasi tarif angkutan udara, potensi kenaikan komoditas global khususnya CPO dan kedelai yang akan mendorong kenaikan harga bahan baku minyak goreng maupun harga tempe dan tahu, serta kondisi iklim yang kurang kondusif dengan curah hujan cenderung di atas normal terutama pada bulan Maret hingga Mei 2021,” tutupnya. (dah)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana