+ šŸ‘€

Bersinergi Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi, KKI Seri 1 dan Akademi Ekspor Kaltim Digelar

BALIKPAPAN, PROKALTIM – Kegiatan showcase offline Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 seri 1 dan Akademi Ekspor Kaltim (AEK) telah digelar di Hotel Mercure Kota Samarinda pada 16-18 Maret 2021. Kegiatan ini dibuka secara bersama-sama oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Timur, Tutuk SH Cahyono; Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Timur, Norbaiti Isran Noor.

Kemudian Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop), dan UMKM Provinsi Kalimantan Timur, HM Yadi Robyan Noor; serta perwakilan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI), Wijaya.

Kegiatan tersebut merupakan sinergi antara KPw BI Provinsi Kalimantan Timur, pemerintah daerah, Dekranasda, dan PPEI. Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Tutuk SH Cahyono mengatakan, kegiatan ini digelar untuk mendorong daya saing dan membuka pasar global bagi UMKM.

“Sehingga, (UMKM) turut memperbaiki ekonomi dan menekan defisit neraca berjalan,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kaltim Norbaiti Isran Noor berpesan agar UMKM terus diperhatikan sebagai salah satu cara melestarikan budaya dan kearifan lokal daerah.

Baca juga  PHM Anugerahkan WCI Adipura 2020 kepada Tiga Kontraktor Migas

Dijelaskan Tutuk, showcase KKI 2021 seri 1 menghadirkan 15 UMKM dari berbagai kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur yang terdiri dari tiga usaha kuliner, tiga usaha kerajinan, dan sembilan usaha fashion atau kain. Tercatat penjualan UMKM peserta KKI selama acara showcase, baik secara offline maupun online sejak acara KKI dibuka secara nasional pada 3 Maret, telah mencapai lebih dari Rp 180 juta.

“Showcase offline dihadiri oleh 257 pengunjung dan tamu undangan,” tambahnya.

Untuk mengurangi kontak fisik dan risiko penyebaran Covid-19 dalam transaksi pembayaran Bank Indonesia telah menyediakan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) di setiap booth peserta pameran. Selama acara berlangsung, baik peserta KKI maupun peserta AEK 2021 mendapatkan fasilitasi foto produk dan pembuatan QRIS.

Sementara itu, dalam rangka pengembangan UMKM berorientasi ekspor, KPw BI Provinsi Kalimantan Timur juga menyelenggarakan program Akademi Ekspor Kaltim tahun 2021 (AEK 2021) yang bekerja sama dengan PPEI, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Kementerian Perdagangan RI.

Baca juga  PDAM Kirim Tangki, Solusi Tidak Lancarnya Distribusi Air Bersih

AEK 2021 terdiri dari dua kelas, yaitu kelas bagaimana memulai ekspor (BME) dan prosedur ekspor(PE). Kegiatan ini diikuti oleh 60 UMKM yang memiliki potensi ekspor dari Provinsi Kalimantan Timur. Narasumber dalam program AEK 2021 merupakan praktisi ekspor nasional yang berpengalaman melakukan ekspor.

“Acara pelatihan selama tiga hari ini mendapatkan apresiasi yang sangat baik dan diikuti secara antusias oleh para peserta,” ungkapnya.

Peserta kelas BME dan PE selanjutnya akan diseleksi untuk mengikuti Export Coaching Program (ECP) dalam waktu dekat. Dalam Program ECP, peserta akan dibimbing secara intensif dalam delapan tahapan oleh Bank Indonesia dan PPEI, sehingga peserta diharapkan dapat melakukan ekspor perdana.

“Bank Indonesia berharap acara ini dapat mendukung program pemda untuk merealisasikan 100 eksportir baru dari UMKM sekalipus mampu mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional dan Kalimantan Timur,” pungkasnya. (dah

Agar Tidak Ketinggalan Informasi Terbaru
Ikuti Berita Kami di Google News, Klik Disini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kaltim News


Scroll to Top

PROKALTIM GROUP

Kategori Berita
Daerah

Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana