Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono: Vaksinasi Dijamin Halal

BALIKPAPAN, PROKALTIM – Vaksinasi terus digencarkan Pemerintah kota (Pemkot) melalui DKK, Sabtu kemarin DPRD Kota Balikpapan kena giliran suntik vaksin, DPRD juga terus mendukung dalam menyukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Balikpapan, Kaltim.

Salah satunya Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono mengatakan, tahapan vaksinasi telah dilakukan mulai dari regristasi, dilanjut screaning, yaitu pengecekan tekanan darah dan pertanyaan terkait riwayat penyakit yang diderita.

“Alhamdulillah, terimakasih, saya sudah mendapatkan vaksinasi dari Pemerintah melalui DKK yang pertama vaksinasi di gelombang yang saya lakukan Sabtu lalu di BSCC Dome, itu adalah kelompok yang kedua karena yang pertama sudah ada tenaga medis hingga masyarakat,”kata Budiono, saat ditanya Prokaltim.com.

Baca juga  Pemkot Belum Maksimal, DPRD Sorot Pengembangan Wisata Kuliner Terpadu Balikpapan

Dia juga mengatakan, tidak pernah ragu dan yakin vaksinasi yang dia dapatkan dan tidak ada reaksi apa. “Pengecekan mulai dari tekanan darah normal, penyakit yang diderita dan jika tidak ada masalah langsung dilakukan vaksinasi, setelah itu observasi selama 30 menit,” jelas politisi PDI perjuangan ini.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono mengajak semua elemen masyarakat bersatu untuk menyukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang sudah berjalan beberapa hari.

Lanjutnya, vaksinasi juga penting sebagai pencegahan penularan covid-19, vaksin itu bukan obat tapi vaksin itu daya tahan tubuh, dan bahwa vaksin ini sudah dijamin halal oleh MUI dan tidak ada efek apapun.

“Ya, istilahnya tubuh kita ada antivirus, ketika ada virus, dia akan terdeteksi cepat akan melakukan reaksi untuk penanganan segera,” terangnya.

Baca juga  Nurhadi: Rumah Sakit Akhirnya Ada di Balikpapan Timur

Sementara itu dia menyampaikan, yang akan datang Pemerintah akan mendapatkan vaksin lagi, yang datang dari China itu sekitar 10 ribu lebih dan akan kebagian lagi di Balikpapan.

“Juga akan mendapatkan lagi untuk yang ketiga, selain dari tenaga medis, publik termasuk guru, tokoh masyarakat, tokoh agama, yang selanjutnya nanti tentunya kriterianya adalah seluruh warga Indonesia atau warga Balikpapan yang usia 18 tahun keatas, insyaallah tinggal tunggu waktunya,” ungkapnya. (to)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana