Anak Muda Miliki Potensi Cukup Besar, Gelar Event Diharapkan Mandiri

BALIKPAPAN, PROKALTIM – Penyesuaian anggaran kegiatan dilakukan pemerintah daerah akibat keberadaan pandemi Covid-19. Keterbatasan anggaran ini membuat kegiatan fisik tidak tercakup semua. Meski demikian, kegiatan nonfisik seperti menggerakkan ekonomi kreatif terus mendapat dukungan dari pemerintah.

“Ini adalah suatu berkat, menurut saya, karena pimpinan berharap ada gerakan di masyarakat. Utamanya anak-anak muda,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Balikpapan, Doortje Marpaung, beberapa waktu lalu.

Potensi anak muda, lanjutnya, cukup besar. Saat ini 24 persen dari jumlah penduduk Kota Balikpapan adalah anak muda. Oleh karena itu, generasi penerus ini diharapkan bisa menggali potensi yang ada di dalam dirinya.

“Berbagai sektor kreatif bisa dipilih dengan terus mengembangkan ide-ide dan industri kreatif. Termasuk film, maka saya yakin kota ini akan mampu terus berkembang pesat,” ujarnya.

Baca juga  Nganggur Saat Pandemi, Belajar Racik Narkoba Di Internet, 8 Orang Dibekuk Polisi

Dia pun berharap film lokal bisa terus berkembang. Apalagi, kini teknologi semakin canggih sehingga anak muda bisa menghasilkan film yang berkualitas. Film karya anak Balikpapan dapat bersaing dengan sineas muda lain, baik secara nasional maupun internasional.

“Banyak pemuda yang memiliki konsep-konsep brilliant yang bisa dituangkan,” terang perempuan berkacamata ini.

Pembuatan film dapat menjadi sumber penghasilan. Promosi hasil karya pun semakin mudah, misalnya melalui event. Balikpapan Film Festival merupakan salah satu wadahnya. Semakin banyak kegiatan yang diselenggarakan, maka akan semakin baik.

Namun, masalah anggaran harus menjadi pertimbangan. Keterbatasan anggaran membuat pemerintah tidak dapat mendukung seluruh kegiatan. Oleh karenanya, dibutuhkan dukungan dari semua pihak. Penyelenggara kegiatan atau komunitas diharapkan untuk mandiri. Pemerintah pun tidak ingin mengambil alih peran swasta dan cukup bertindak sebagai pendukung kegiatan.

Baca juga  Berlaku 22 Maret, Masyarakat Bisa Miliki UPK 75 RI Sebanyak-banyaknya

“Pemerintahan itu ‘kan tugas fungsinya sebagai fasilitator, membina dan mengarahkan saja. Kalau bisa mandiri, jangan andalkan pemerintah. Saya mengajak masyarakat dan perusahaan untuk membantu pemuda ini, ayo silakan. Daripada anggaran mandek, bikin sesuatu yang kreatif dan menghasilkan itu ‘kan lebih bagus,” pungkasnya. (dah)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana