Dibacok Hingga Kritis, Salah Satu Jamaah Masjid At Taqwa

BALIKPAPAN, PROKALTIM– Setelah melakukan olah TKP polisi menginterogasi sejumlah saksi yang dekat masjid Agung At Taqwa. Kasus pembacokan seorang jamaah bernama Tamrin (43) yang hendak melaksanakan salat subuh di Masjid Agung At Taqwa pada Jumat (2/4/2021) sekira pukul 05.00 wita terus didalami Polisi.

Menurut Ustadz Salahuddin Siregar, ketua masjid Agung At Taqwa, info yang saya terima dari security masjid Agung At Taqwa, yaitu pembacokan menggunakan senjata tajam parang.

Polisi melakukan Olah TKP

“Koban dihadang dibacok 2 orang saat mau salat subuh di luar area masjid dari arah barat, korban dilarikan ke rumah sakit. Penyebab terjadinya pembacokan sampai saat ini belum di ketahui,” kata Ketua masjid At Taqwa.

Kompol Rengga Saputro, Kasat Reskrim Polresta Balikpapan mengatakan, bahwa korban bukan dianiaya didalam masjid melainkan di luar area masjid yakni di dekat tugu samping kantor Pemkot yang berseberangan dengan Masjid At Taqwa.

“Dari pembacokan tersebut, motifnya masih kita dalami, tapi yang perlu kita tegaskan adalah korban ini dianiaya diluar masjid bukan didalam masjid,” katanya Rengga usai olah TKP.

Dia juga mengatakan, korban saat di tugu Jalan Wiluyo Puspoyudo, korban tiba-tiba dibacok dari belakang oleh seseorang yang tidak dikenal. Kejadian tersebut bermula saat korban yang tinggal di RT 06 Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota ini hendak melaksanakan ibadah salat subuh di Masjid At Taqwa dengan berjalan kaki.

Baca juga  PEMBAGIAN TAKJIL DAN PERANGKAT SHOLAT PEMUDA PANCASILA PAC BALIKPAPAN KOTA

“Kena bagian punggung, korban sempat melawan dan lari kemudian kena di bagian kepala. Korban sempat minta tolong ke Masjid, dia lari kesana terus dia minta tolong sama orang-orang di Masjid. Pada saat di tugu yang di Jalan Wiluyo Puspoyudo (samping Pemkot) tiba-tiba korban diserang dari belakang pakai parang,” ucap Rengga.

Sementara itu, Kasatreskrim menyatakan, pihaknya juga telah mengamankan sejumlah barang bukti kejadian yakni dua parang dengan ukuran panjang sekira 50 centimeter serta sarung dan tasbih yang digunakan korban saat hendak menuju masjid.

“Kami masih olah TKP bersama Subdit Jatanras Polda Kaltim untuk mengejar pelaku, barang bukti yang kami amankan pakaian korban, dua parang pelaku,” terangnya.

Lanjutnya, belum diketahui identitas pelaku lantaran tak banyak saksi yang melihat secara jelas wajah dari pelaku. Pelaku diduga seorang diri dan masih dalam pengejaran petugas.

“Sementara kita masih periksa saksi-saksi yang melihat disaat kejadian namun jaraknya terlalu jauh jadi tidak melihat secara pasti, pelakunya seorang diri tapi bawa dua parang,” ungkapnya.

Dia mengalami sejumlah bacokan di kepala, tangan dan punggung, korban kritis di Rumah Sakit Tentara, Dr. R. Hardjanto Balikpapan.

KATA ISTRINYA, SUAMI SAYA TIDAK PERNAH ADA MASALAH

Menceng (38) juga menyampaikan, bahkan rumah tangganya pun terbilang baik-baik saja dan tak ada masalah apapun. Jadi, cukup terkejut saat suaminya dibacok hingga krisis dan heran saja apakah yang dilakukan pelaku lantaran suaminya disebut-sebut tak pernah ribut dengan organisasi.

Baca juga  Menemukan Maladministrasi Pelayanan Publik, Dwi: Laporkan ke Ombudsman Segera

“Apalagi kan baru dua minggu dia disini. Makanya aku heran kenapa kok bisa dikasih begitu suamiku, suami saya itu nggak ada masalah apa-apa, dia nggak pernah ribut sama orang,” ungkapnya dengan Menceng saat ditemui di Rumah Sakit Tentara, Dr Hardjanto.

Menurut istri Tamrin (korban), dia fobia terhadap darah ini pun hanya bisa menangis menunggu kesembuhan suaminya didepan ruang Instalasi Kamar Bedah RS Tentara. Menceng pun cukup saat melihat suaminya bersimbah darah ditolong oleh jemaah Masjid Agung At Taqwa.

“Pas saya kesana sudah lihat suami bersimbah darah, saya tidak berani lihat karena saya nggak lihat darah. Waktu itu kaget aja, didatangi sama orang dekat rumah ketuk-ketuk pintu, katanya suamiku dibacok orang,” uangkapnya.

Sementara itu, dia mengungkapkan, Menceng sendiri baru datang dari Wajo, Sulawesi Selatan enam bulan lalu. Suaminya baru tiba di Balikpapan dua minggu lalu setelah bekerja di Ternate. Pekerjaan si korban di Balikpapan membantu usaha adiknya di area Ruko Klandasan yakni timbang emas.

Dan dia juga mengatakan, disini dia bantu timbang emas, saya datang dari kampung di Sulawesi (Wajo) sudah enam bulan disini, dan suami saya baru dua minggu disini karena sebelumnya dia ke Ternate terus balik kesini,” terangnya. (to)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana