Search
Search
Close this search box.

Sebulan Berdiri, Ormas Galak Berkomitmen Jaga Kearifan Lokal

BALIKPAPAN, PROKALTIM – Kalimantan Timur, tepatnya Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), terpilih sebagai ibu kota negara (IKN) baru. Pemindahan ini tentu akan berpengaruh bagi masyarakat. Baik itu pengaruh positif maupun negatif.

Pemindahan IKN akan membuat perubahan di tengah masyarakat lokal. Seperti diketahui bersama, masyarakat lokal di Kaltim ini terdiri dari beberapa suku dengan nilai budaya yang masih kental.

Saat ini, tanpa menjadi ibu kota pun, masyarakat lokal telah merasakan gempuran modernisasi. Oleh karena itu, perlu sejumlah langkah persiapan agar masyarakat lokal mampu menerima perubahan. Mereka harus mampu menjaga identitasnya agar tidak tergerus dengan banyaknya orang yang akan datang.

Hal itulah yang menjadi salah satu dasar terbentuknya organisasi masyarakat, yakni Generasi Lintas Anak Kalimantan (Galak). Organisasi ini berdiri pada 3 Maret 2021 di Kota Balikpapan.

Baca juga  Bangun Tidur, Nyebur Mahakam, Nasib Tidak Diketahui.

“Ini adalah ormas daerah yang mengaspirasi keinginan dan visi-misi terkait cita-cita luhur, adat istiadat, kearifan lokal, dan semua komponen anak bangsa,” jelas salah seorang pendiri Galak, Oki M Alfiansyah, hari ini (19/4).

Galak, lanjutnya, merupakan ormas daerah untuk wilayah se-Pulau Kalimantan. Saat ini Galak telah terbentuk di sejumlah daerah seperti Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, PPU dan Paser. Sedangkan untuk anggotanya kini berjumlah sekura 300-500 orang.

“Sejauh ini masih terbentuk di Kaltim. Markas besarnya berada di Balikpapan, dengan ketua umumnya Haji Imam Mutaji,” kata pria yang berprofesi sebagai pengacara ini.

Untuk kegiatan dari Galak sendiri, dia melanjutkan, meliputi kegiatan sosial kemasyarakatan. Ada pula kegiatan sebagai bentuk kepedulian terhadap program pemerintah hingga kegiatan terkait kearifan lokal.

Baca juga  Geger! Tambang Batu Bara "Geser" Pemakaman Covid-19.

“Apalagi, Balikpapan akan jadi penyangga ibu kota negara. Maka dari itu, Galak ini akan menjadi penopang secara sosial kemasyarakatan. Biasanya namanya ibu kota akan berkaitan dengan modernisasi. Kita harus bisa beradaptasi, namun jangan sampai modernisasi ini menggilas kearifan lokal,” urai Oki.

Selama satu bulan berdiri, Galak telah melakukan koordinasi dengan instansi-instansi terkait. Di antaranya adalah pemerintah provinsi, kepolisian, hingga Kodam. (dah)

Agar Tidak Ketinggalan Informasi Terbaru
Ikuti Berita Kami di Google News, Klik Disini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

PROKALTIM GROUP

Kategori Berita
Daerah

Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana

[gravityform id="3" title="false" description="false" ajax="true"]