Diduga Keracunan, Mekanik Meregang Nyawa

SAMARINDA, PROKALTIM- Warga Jalan Gunung Merbabu Kelurahan Jawa Tepatnya di Mess Kutai digemparkan dengan penemuan pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai mekanik disebuah bengkel dalam keadaan tak bernyawa dikamarnya, pemuda ini Muhamad Handi Sinarta (24). Pada Minggu (30/5) sekitar Pukul 19.35 Wita.

 

“Awalnya anak dari pengelola mess mengecek situasi karena sudah dua hari tak menjumpai Handi, setelah memanggil beberapa kali tak ada respon, mencoba membuka pintu kamar Handi dan ditemui dalam keaadan tertelungkup dan mengenakan kaos berwarna biru, Handi adalah pribadi yang tertutup. Semalam sempat bertemu Handi di Masjid usai Salat Isya” Ucap Rifky (26) tetangga kamar korban.

Selajutnya jasad MH dievakuasi menggunakan ambulance PMI menuju RSUD AW.Syahrani guna dilakukan visum (foto:psamudra/prokaltim.com)

Hal senada juga dituturkan oleh ibu korban, selain beberapa hari sebelum perasaan hati tak nyaman, pada Kamis (27/5) ibu korban sempat berkomunikasi via SMS, “sekedar tanya kabar dan mengingkatkan jaga kesehatan, kaget tadi tiba-tiba dapat kabar kalo Handi meninggal dikamar messnya,” Ungkap Leni (47) ibu kandung Handi.

Baca juga  Dukung Percepatan Herd Imunity, BINDA Kaltim Telah Distribusikan 470.066 Dosis

Pukul 19.45 Wita Jajaran Polsek Samarinda Ulu, Inafis Polresta Samarinda Ulu, PMI dan Relawan tiba dilokasi kejadian guna identifikasi dan evakuasi.

Kasubnit Inafis Polresta Samarinda, Aipda Harry Cahyadi menjelaskan benar telah terjadi penemuan jasad seorang laki-laki disebuah kamar mess, dari hasil identifikasi sementara tidak ditemukan luka atau tanda-tanda kekerasan.

“Dugaan sementara korban mengalami keracunan gas yang dihasilkan lem kuning kaleng (rajawali) yang dihirup korban yang mengakibatkan pembuluh darah dibagian kepala pecah, perkiraan jenazah sudah kurang lebih 4 jam, Selanjutnya korban kami evakuasi ke RSUD AW. Syahrani guna dilakukan visum.”Tandasnya.(sam/adl)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana