Usai Cekcok, Gadis 22 Tahun Nekat Gantung Diri

SAMARINDA, PROKALTIM- Entah apa yang dipikirkan gadis berusia 22 tahun ini, memilih jalan untuk mengakhiri hidup dengan gantung diri, diketahui kejadian tersebut terjadi di Jalan KH Wahid Hasyim Gg. Persik RT.07  Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara pada Rabu (19/5) disebuah rumah kontrakan.

persiapan tim gabungan sebelum evakuasi dan olah Tkp (foto: Ist/prokaltim.com)

Korban diketahui berinisial DW (22) merupakan mahasiswi jurusan kesehatan di salah satu perguruan tinggi di Samarinda, ditemukan pertama kali oleh Gatot Atmojo yang tak lain merupakan kakak sepupu korban.

Barang bukti yang diamankan petugas (foto:Ist/prokaltim.com)

“Awalnya saya di telpon pacar korban, baru saja terjadi cekcok mereka berdua, saya bantu tenangkan, saat korban sudah tenang, pacar korban saya suruh pulang, tak lama berselang pacar korban pulang, saya juga keluar untuk membelikan korban susu beruang, sekitar pukul 19.30 Wita saya pamit pulang melihat kondisi korban juga sudah tenang, pukul 21.30 Wita orang tua korban menelpon saya dan berucap kalau korban itu orangnya suka nekat, takut terjadi apa-apa saya pun bergegas untuk pergi ke kost korban,” Terang Gatot Atmojo sepupu korban.

Baca juga  Potong Rumput, Abdul Rahman Tergeletak, Diduga Kesetrum

Sesampainya di kost Gatot mencoba ketuk pintu namun tidak ada respon, dirinya berinisiatif mengintip dari celah lubang dekat pintu, ternyata korban sudah dalam posisi tergantung di ventilasi pintu kamar,  dengan lilitan kabel berwarna biru menjerat leher korban. “Spontan saya berteriak minta tolong dengan tetangga sekitar.” Jelasnya.

Sekitar pukul 22.00 Wita Jajaran Polsek Sungai Pinang, Inafis Polresta Samarinda dan PMI serta relawan gabungan tiba di lokasi kejadian guna olah tempat kejadian perkara (TKP) dan evakuasi.

Kapolsek Sungai Pinang, Kompol Jufri Rana melalui Kanit Reskrim IPTU Akhmad Wira membenarkan bahwa telah terjadi peristiwa gantung diri diwilayah hukum Polsek Sungai Pinang, diketahui korban berjenis kelamin perempuan dan berstatus mahasiswi.

Baca juga  Disdamkar Kota Samarinda Luncurkan Program Hidran Kering, Solusi Wilayah Padat Penduduk dan Jalan Sempit Saat Kebakaran

“Untuk motif, masih kami lakukan pendalaman, sementara dari hasil pemeriksaan awal oleh tim Inafis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan selanjutnya jenazah di bawa ke RSUD AW. Syahrani.” Tandasnya (ay/sam/adl).

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana