Balikpapan Diperketat. Berdampak Nikahan, Cafe, Warung hingga Perjalanan Dinas ASN Dibatasi

BALIKPAPAN,PROKALTIM – Untuk menyikapi peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di beberapa daerah di pulau Jawa yang dikhawatirkan akan berdampak pada Kota Balikpapan. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan kembali meningkatkan pemberlakuan pengetatan kegiatan masyarakat dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud mengatakan, Pengetatan melawan Covid-19 tentunya bukan hanya Pemkot saja, tapi kita juga menyarankan dan tentunya mewajibkan kepada seluruh elemen masyarakat harus terlibat di dalamnya untuk memutus mata rantai perkembangan Covid di kota Balikpapan.

“Pengetatan gunanya ini untuk kepentingan dan keselamatan kita semua sehubungan dengan naiknya kasus ini khususnya di daerah Jawa,” kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Balikpapan, pada Jumat (18/6).

Baca juga  Jasa Raharja Kaltim Serahkan Santunan Rp 50 Juta kepada Korban Lakalantas di Jalan MT Haryono

Ketua Satgas H Rahmad Mas’ud juga menyampaikan, jadi kita mengantisipasi langkah-langkah yang kita rumuskan bersama dengan Forkompinda tadi malam, kita terapkan pada hari ini pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat itu kegunaannya adalah untuk keselamatan.

“Soal surat edaran tadinya perjalanan dinas untuk seluruh ASN kalau tidak penting sama sekali kita batasi selama dua minggu kedepan kita larang maka bukan lagi dibatasin,” ucapnya.

Sementara itu dia juga mengungkapkan, membatasi kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak orang seperti resepsi pernikahan.

“Kegiatan yang dilaksanakan di hotel yang awalnya diperbolehkan maksikal 50 persen dari kapasitas ruang untuk saat ini hanya digunakan 25 persen. Sedangkan untuk kegiatan yang dilaksanakan di rumah, yang awalnya diperbolehkan maksimal 200 orang, untuk saat ini dibatasi menjadi 100 orang saja,” ungkapnya.

Baca juga  Penyidik ​​Lakukan Pencarian Tulang di TKP

Dan kita sampaikan juga kepada pemilik warung atau cafe-cafe, untuk mentaati jam operasionalnya, jam 22.00 Wita, dia harus tidak melayani untuk makan di tempat.

“Jadi nggak usah nongkrong-nongkrong, nanti ada sanksinya seperti di rumah makan atau Cafe, bagi yang menimbulkan kerumunan akan ditutup, dikasih waktu maksimal 3 hari, nanti buka lagi kalau melanggar tutup lagi melanggar tutup lagi, melanggar lagi kita bubarkan saja sekalian,” terangnya. (to)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana