Dayak Kenyah dan Bahau, dalam Kekayaan Desa Budaya Sungai Bawang

Desa Budaya Sungai Bawang adalah Desa Budaya yang paling dekat dengan Bandara APT Pranoto Samarinda. Desa yang berada di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara bernama Desa Suku Dayak Kenyah Lepoq Jalan.

Nampak keindahan lamin adat Dayak Kenyah. (Foto : Chary Wijaya)
Lamin Adat Dayak Bahau. (Foto : Chary Wijaya)

Desa Sungai Bawang memiliki keunikan tersendiri. Salah satu keunikannya adalah memiliki dua Lamin adat yang berbeda suku. Diantaranya Lamin adat suku Dayak Kenyah dan Lamin Adat Dayak Bahau. Kedua lamin ini memiliki daya tarik tersendiri serta menampilkan ukiran khas masing-masing suku.

Apabila kita berkunjung ke Desa Budaya Sungai Bawang ini, direkomendasikan untuk singgah menikmati keunikan dan keindahan kedua Lamin tersebut.

Dokumentasi Sesepuh wanita Telingaan Aru (Telinga Panjang). (Foto : Chary Wijaya)

Beberapa tahun yang lalu, Desa Sungai Bawang masih terdapat sepuh Nenek telinga panjang yang baik dan ramah, serta mempunyai tatto khas suku Dayak Kenyah pada kaki dan tangan. Namun nenek sudah wafat.

Baca juga  PS Batu Agung, Juara Piala Kadisporapar Paser 2020

Desa Sungai Bawang dicanangkan sebagai Desa Budaya pada tahun 2021. Diadakan perayaan kecil atas pencanangan Desa Sungai Bawang, nampak terlihat para penari cantik gadis Dayak Kenyah dan Bahau menari dengan lincah dan indahnya. Kemeriahan ini terpancar dari para penduduk desa dan antusiasme pengunjung yang disambut tarian selamat datang.

Masih teringat sekitar tahun 1995, saat pertama kali mengunjungi Desa Sungai Bawang, terlihat dan dirasakan minimnya infrastrutur jalan. Terdapat jalan setapak yang kiri kanan jalan di penuhi semak belukar dan hutan pakis. Masuk ke desa tergolong jauh bila berjalan jalan kaki.

Gadis Dayak Bahau desa Sungai Bawang. (Foto : Chary Wijaya)

Kala itu, penampakan desa masih sangat sederhana. Belum ada Lamin Adat. Namun keramahtamahan penduduk desa sudah dapat dirasakan. Sebagian besar profesi penduduk desa Sungai Bawang adalah berladang. Namun hari sabtu dan minggu, penduduk tampak dirumah dan saat itulah desa Sungai Bawang terasa ramai dan meriah.

Baca juga  Pria Diduga Gantung Diri, Berwasiat Jasadnya Dikremasi dan Abunya Larung di Sungai Mahakam.

Dan setelah 25 tahun keberadaan desa Sungai Bawang, insfrastruktur dan fasilitas desa sudah memadai. Tentu memudahkan kunjungan wisatawan yang ingin melancong menikmati dan mengenal lebih dekat budaya desa Sungai Bawang.

Penasaran ingin berkunjung Desa Budaya Sungai Bawang? Apabila kita dari kota Samarinda, jarak tempuh hanya sekitar satu jam.

Keberadaan desa Sungai Bawang saat pandemi, masih menerima kunjungan wisatawan. Tentunya harus mematuhi protokol kesehatan CHSE destinasi wisata. (cwj)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana