Lagi! Penemuan Mayat, Dikira Tidur, Tubuh Sudah Membiru

SAMARINDA, PROKALTIM- Selang sehari dari penemuan pria 53 tahun asal Kutai Barat yang meregang nyawa di Kamar mandi Pada Rabu (2/1) kini ditemukan lagi seorang pria, Hasto Purnomo (41) merupakan tamu Guest House (GH) PH 89, Jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, meregang nyawa sembari memeluk bantal, Pada Kamis (3/5) Sekitar Pukul 19.00 Wita.

Diketahui Hasto mulai menginap di GH tersebut dari 28 Mei 2021 dan merupakan pendatang dari Kota Jakarta, hal ini sesuai identitas yang ditunjukan pihak GH.

Supervisor GH, Rizal Agung mengatakan sejak Pukul 12.30 Wita dirinya mencoba menghubungi korban dengan cara menelpon dan mengetuk pintu kamar namun tidak ada respon.

Baca juga  Isran Dorong Kalangan PNS Pandai Bersyukur dan Jangan Korupsi

“Saya hendak mengonfirmasi tentang waktu menginap karena telah habis, seperti biasa setiap pagi perpanjangan menginap sekaligus pembayaran 2 kali, itulah maksud saya, mau konfirmasi, jam 5 sore saya coba lagi kamarnya hasilnya nihil, melihat dari kondisi lampu kamar mandi yang menyala saya yakin ada orang didalam, setelahnya itu saya coba matikan meteran listriknya, harapannya dia nanti keluar.”ungkap Rizal

Selanjutnya, kata Rizal, sekitar Pukul 19.00 Wita dirinya berinisiatif mencoba buka pintu kamar dengan kunci darurat, dan ditemui korban dalam keadaan tertelungkup, namun karena kondisi kamar masih gelap dirinya tidak mengetahui kalau korban itu telah meninggal dan membiru, sempat saya bangunkan dengan cara menggerakkan bantal yang dipeluknya.

Baca juga  Warga NU Balikpapan Utara dan KSKB Berbagi Ceria Anak Yatim dan Dhuafa

“Saat menyalakan lampu terlihat dari daerah kaki korban sudah membiru dan saya langsung hubungin ke Polisi,” Kata Rizal.

Sekitar pukul 19.30 Wita Jajaran Polsek Samarinda Kota, INAFIS Polresta Samarinda, relawan dan PMI tiba dilokasi kejadian guna identifikasi dan evakuasi.

“Telah kami lakukan identifikasi terhadap korban, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, kuat dugaan korban meninggal dunia akibat sakit, sebagian tubuh korban telah membiru dan diperkirakan meninggal lebih dari 6 jam,” Ucap Aipda Harry Cahyadi Kasubnit Inafis Polresta Samarinda. (sam/Ay/adl)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana