Amir Meninggal, Hidup Sebatang Kara, Koran Jadi Penyambung Hidup

SAMARINDA, PROKALTIM- Tak asing bagi sebagian warga Kota Samarinda dengan penjaja koran yang berada di Jalan Basuki Rahmat atau dikenal simpang Darjad, kesehariannya menggunakan kursi roda, ia adalah Amirudin (39), Amir saapan akrabnya menghembuskan nafas terakhirnya sekitar Pukul 02.00 Wita, di lokasi tak jauh dari ia menjajakan koran.

Melihat kondisi amir yang tergeletak, teman-teman seprofesinya bergegas membantu mencari pertolongan dengan membawanya ke salah satu fasilitas kesehatan terdekat yakni rumah sakit Bhakti Nugraha, setibanya di ruang gawat darurat Amir dinyatakan sudah meninggal dunia oleh tim medis.

Teman-teman Amir yang kebingungan pun berinisiatif untuk menitipkan jenazahnya di rumah sakit tersebut, dikarenakan Amir hanya hidup sebatang kara.

Baca juga  Bau Menyengat di Gang Mesjid, Ternyata…

Setelah mendapatkan informasi Tim Inafis Polresta Samarinda yang dikomandoi Aipda Hary Cahyadi, menuju lokasi kejadian dan berkordinasi dengan PMI.

“Tadi pagi dapat informasi kalau Amir koran meninggal dunia, ternyata Amir hidup sebatang kara, dari kami tim Inafis, relawan Inafis dan PMI membantu evakuasi dari rumah sakit,” Jelas Aipda Hary Cahyadi.

Tim Inafis Polresta Samarinda beserta relawan Inafis dan Pmi yang datang ke TKP, melakukan pemeriksaan terlebih dahulu pada tubuh korban.

“Kita lakukan pemeriksaan terlebih dahulu pada tubuh korban dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, korban meninggal dikarenakan sakit,” Ucap. Aipda Hary Cahyadi Kasubnit Inafis Polresta Samarinda. (Sam/adl)

Ikuti Berita Kami di Google News, Klik Disini

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana