Pandemi Tak Kunjung Pergi, Akhirnya Singapura Menanggung Gaji Semua Pegawai, Demi Cegah PHK Massal

JAKARTA,PROKALTIM – Kabar menggembirakan datang dari Negeri Singa. Demi memberikan kehidupan yang layak dan tidak terjadinya PHK Massal pada banyak perusahaan dan aktivitas bisnis yang kolaps, pemerintah Singapura mengeluarkan stimulus agar perusahaan bisa bertahan, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan positif untuk menanggung semua pegawai.

 “Benar. Agar tak ada pegawai yang dipecat, pemerintah mengeluarkan dana untuk menanggung gaji semua pegawai,” kata Dubes RI untuk Singapura Suryo Pratomo.

Dilansir dari detik.com, Suryo mengatakan, besaran gaji yang ditetapkan tertinggi SGD 4.600 per bulan. Jumlah itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari sehingga bisa menggerakkan roda ekonomi.

Dubes RI untuk Singapura, Suryo Pratomo. (Foto: Detik)

“Kita lihat di bulan Juni 2020, warung-warung sudah hidup lagi, restoran mulai buka lagi, dan kemudian dan ekonominya bergerak kuartal pertama semua. Ekonomi Singapura yang tadinya terkontraksi tahun ini positif 1,3 persen pertumbuhannya,” kata Suryo Pratomo.

Baca juga  Dukung Akselerasi SmartCity, Telkomsel Implementasikan Fleetsight Iot di Dishub Kota Balikpapan

Namun 12 Mei 2021 angka positif naik lagi dan selama satu bulan kegiatan ekonomi turun lagi. Semua warung dan restoran tutup, hanya boleh take away. Hal tersebut sangat berpengaruh pada ekonomi negara tersebut.

“Bayangkan, Singapura sedang tumbuh 1,3 persen di kuartal kedua, diperkirakan akan tumbuh, tiba-tiba di bulan Mei terpaksa berhenti selama satu bulan. Bisa dibayangkan nggak itu kemudian rem itu diinjak begitu dalam,” ungkapnya.

Tapi kebijakan pemerintah Singapura tidak membuat panik dan kesal warganya karena setiap perubahan kebijakan tidak dilakukan secara mendadak. Di Singapura, pengumuman kebijakan baru dilakukan seminggu sebelum diberlakukan sehingga masyarakat tidak bingung atau kesulitan. (deg/cow)

Ikuti Berita Kami di Google News, Klik Disini

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana