376 Prajurit TNI-AD dan US Army Latber di Amborawang, Kasad TNI Jenderal Andika: Real Latihan Diwujudkan dengan Optimal

BALIKPAPAN,PROKALTIM – Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa meninjau latihan bersama Garuda Shield ke-15 TNI AD dan US Army di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kecamatan Amborawang Kabupaten Kutai Kartanegara, 30 meter dari Utara Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim), pada Kamis (12/8).

Kegiatan ini ditinjau langsung Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa bersama istri Hetty Andika Perkasa didampingi Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, Aslad Kasat Mayjen TNI Harianto dan Kadispenad Brigjend TNI Tatang Subarna.

“Mekanisme latihan di sini untuk pertama kalinya dilakukan di Angkatan Darat yaitu menggunakan dua pihak dua pasukan. Jadi biasanya kita satu pasukan kompi batalyon sedangkan lawannya biasanya hanya statis,” kata KASAD setelah meninjau langsung latihan Garuda Shield 15/2021, Kamis (12/8).

Kasad TNI Jenderal Andika Perkasa sedang press conference depan awak media. (Foto: Ato)

Latihan terbesar sepanjang sejarah kerja sama militer Indonesia dan Amerika Serikat yang berlangsung 1-14 Agustus 2021, dihelat di Puslatpur Kodiklatad di Baturaja Sumatera Selatan, Daerah Latihan Amborawang di Kaltim dan Makalisung, Minahasa Manado.

Jenderal Andika Perkasa menjelaskan, latihan bersama ini merupakan ajang mengasah keterampilan kedua belah pihak sekaligus yang terpenting menjalin pertemanan antara prajurit Amerika dan Indonesia.

“Kemajuan militer tiap tahun mengalami perkembangan, namun dengan adanya latihan bersama antara dua negara ini semoga bisa menjadi ajang keakraban dan saling berbagi keterampilan antar sesama prajurit,” ujar Jenderal Andika.

Selain itu, dipilihnya Kecamatan Amborawang Kaltim sebagai tempat Latma Garuda Shield sudah direncanakan sejak tahun lalu.

“Garuda Shield sendiri merupakan satu dari tujuh latihan bersama dengan Amerika Serikat dan sudah direncanakan sejak tahun lalu,” beber Kasad.

Pada kesempatan tersebut, Jenderal Andika menyampaikan bahwa dari dialog dengan para prajurit baik dari Kodam VI/Mulawarman maupun dengan US Army menunjukkan adanya pengalaman baru berinteraksi dengan tentara negara lain, merasakan adanya keramahan dan persahabatan serta menambah adanya teman baru.

Baca juga  Kasdam VI/Mlw: TNI AD Melaksanakan Program Rekrutmen Transparan dan Berbasis IT
Wartawan Prokaltim sedang pose bareng Tentara Indonesia dan Amerika disela liputan langsung. (Foto: ist)

Sekadar diketahui, materi yang dilatih meliputi Staff Exercise, Field Training Exercise (FTX), Live Fire Exercise (LFX), Aviation dan Medical Exercise (Medex) serta dua program latihan yang akan digabungkan, Joint Combined Exchange Training (JCET) dan Garuda Airborne.

Sekira 376 prajurit yang terdiri dari 250 personil TNI AD dari Batalyon 621 juga 623 dan 126 personel US Army turut ambil bagian dalam latihan militer di Amborawang. Sehingga dengan demikian, tidak ada koordinasi masing-masing dalam melakukan pertimbangan bagaimana caranya mengalahkan satu sama lain.

“Di sinilah dinamikanya. Jadi sangat spesial kali ini, termasuk dalam hal bagaimana mereka mengatasi sasaran demi sasaran, rintangan, dan sebagainya,” jelasnya.

Andika juga menjelaskan, hari ini juga dilakukan latihan menembak dengan peluru tajam, menggunakan senjata mortir 60 dengan jarak 2,5 meter.

“Untuk senjata perorangan dan senjata bantuan ringan juga dilakukan dengan peluru tajam di lapangan tembak Batalyon Infanteri Raider 600/Modang Kodam VI/Mulawarman,” jelasnya.

Dan dia juga menyampaikan, hari Jumat (13/8) hari ini adalah sesi terakhir yang dimana TNI AD bersama US Army melaksanakan Sport day dan Culture Day, mereka akan olahraga bersama dan memperkenalkan budaya masing-masing.

“Pada sore hari ini akan ditutup dengan evaluasi menyeluruh tentang apa saja yang mereka alami, apa yang perlu ditingkatkan sebagai bahan masukkan rencana Garuda Shield ke-16 TNI AD dan US Army kedepannya,” terangnya.

Baca juga  Longsor Sidomulyo, Warga Inisiatif Swadaya Perbaikan

Sementara itu, Jenderal TNI Andika Perkasa berharap, melalui latihan yang melibatkan 2.161 prajurit TNI AD dan 1.547 US Army ini, bukan saja meningkatkan hubungan bilateral kedua negara, namun juga dapat meningkatkan kemampuan prajurit TNI AD dan US Army.

Tentara Indonesia dan Amerika saat ujitembak mortir. (Foto: Ato)

Kasad mengatakan di Amburawang ini sebanyak 376 prajurit TNI AD dan US Army yang terlibat, dengan materi latihan adalah ofensif tapi hubungan kompi, dimana dalam pergerakannya menghadapi gangguan atau hambatan seperti ranjau, dan lain-lain.

“Mekanisme latihan di Amburawang baru pertama kali dilakukan di TNI AD karena menerapkan metode latihan dua pihak tidak dikendalikan, yang selama ini biasanya menggunakan metode satu pihak dikendalikan”, ungkap Kasad.

Menurut Kasad pasukan lawan bukan dari Yonif  600 R/Mdg tapi dari yonif 621/Manuntung dan Yonif 623/BWT.

“Mereka berupaya mengalahkan satu sama yang lain tanpa dikendalikan, sehingga realisme latihan dapat diwujudkan  dengan optimal”, tegas Kasad.

Kasad merasa bangga dengan prajurit TNI AD yang berinteraksi dengan US Army, tukar menukar makanan dan nomor telepon untuk mempererat persahabatan.

“Saya bangga dengan para prajurit TNI AD yg berinteraksi dengan US Army, persahabatan ini harus berlanjut terus,” pungkas Kasad.

Menyangkut rekruitmen prajurit TNI AD baik pria maupun wanita, Kasad mengatakan akan terus dievaluasi dan diperbaiki.

“Dalam rekruitmen prajurit TNI AD ada seleksi kesehatan, akademik, psikologi, jasmani dan administrasi akan terus dievaluasi dan diperbaiki” tegas Kasad.

Kasad mengatakan perbaikan dan evaluasi ini dilaksanakan agar rekruitmen prajurit TNI AD lebih fokus dalam melakukan seleksi prajurit. (to)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana