Biaya Makam Jenazah Covid-19 Melambung Tinggi, Dibandrol Rp 4 Juta Satu Liang Lahat

SAMARINDA, PROKALTIM- Penyebaran Covid-19 terus meningkat, membuat pemerintah harus ekstra kerja keras, apalagi masyarakat, sudah jatuh tertimpa tangga pula, bagaimana tidak, sudah kehilangan keluarga, biaya makam pun relatif besar, Rp 4 Juta satu liang lahat.

Hasil investigasi tim Prokaltim.com pada Selasa (3/8) dilapangan biaya untuk satu lubang liang lahat untuk jenazah Covid-19 berbeda jauh bahkan naik hingga 100 persen lebih dibanding jenazah non-Covid, hal ini dilontarkan pengurus makam salah satunya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Damanhuri, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang.

Di TPU ini, satu lubang liang Lahat untuk satu jenazah Covid-19 dikenakan tarif Rp 4 Juta. Harga ini sangat jauh dari harga normal sesuai ketentuan di papan yang terpajang di pintu masuk pemakaman sebesar Rp 1,5 juta. Bahkan harga yang terpampang ini pun dianggap tidak berlaku sebab pemakaman umum biasa sudah lebih dulu naik menjadi Rp 3 juta.

“Untuk pemakaman Covid-19 kami mematok Rp 4 juta. Kami hanya menyiapkan lobang saja, sementara untuk memakamkan dari pihak ahli waris sendiri yang melakukannya,” kata Julak (46) salah satu pengurus makam.

Julak beralasan naiknya harga lubang liang lahat karena jenazah covid-19 berbeda dengan jenazah biasa yang tanpa peti jenazah. Ukuran peti yang membuat lebar dan panjang kuburan berubah menjadi patokan harga tersebut berubah.

“Kalau pakai peti harus membuat lubang lebih panjang dan lebar. Hitungannya dua kali lipat dari lubang pada umumnya. Kurang lebih ukurannya 80cm X 2,20 meter ini pun kami galikan lebih panjang makanya harga tidak sama dengan pemakaman biasa yang saat ini kami patok Rp 3 juta,” ujar Julak.

Baca juga  Episode Terakhir Pencurian Plat Tugu Selamat Datang, Hasil Penjualan Dibelikan Sabu

Meski terbilang cukup mahal, rupanya ahli waris tidak dapat memilih lokasi makam di area TPU ini. Penggali makam hanya bisa menempatkan jenazah covid di area atas bukit yang masih kosong dan kontur tanah yang mudah dan tidak keras.

Lain lagi dengan TPU Kenangan yang terletak di Jalan Kenangan 7, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang. Di TPU yang berada di lingkungan permukiman warga ini harga untuk satu lobang pemakaman mencapai Rp 1.8 juta. Padahal harga normal satu lobang hanya Rp 900 ribu.

Masih dengan alasan alasan yang sama yaitu ukuran lubang liang Lahat yang menggunakan peti jenazah menjadi acuan menaikkan harga lobang di TPU tersebut.

“Hitungannya dua lubang. Makanya kami naikkan dua kali lipat,” kata Nur (55) pengelola makam yang sudah 16 tahun mengelola di TPU tersebut.

Sama halnya dengan TPU Damanhuri, pihaknya hanya menyiapkan lubang makam. Sementara proses pemakaman dari mengangkat jenazah hingga memasukkan ke liang lahat dan menutupnya kembali adalah tugas dari ahli waris atau tim satgas yang mengurus jenazah.

“Awalnya TPU ini hanya memakamkan warga biasa atau sakit biasa. Namun semenjak ada ketentuan dari pemerintah bahwa TPU bisa digunakan untuk pemakaman Covid-19 maka kami mau tidak mau mengikuti aturan itu,” ungkap Nur (55).

Baca juga  BREAKING NEWS!  Asik Sahur, Kamar Kost Marbot Nyaris Terbakar

Zamaluddin (38) warga Samarinda Ilir yang kebetulan kami temui di lokasi pemakaman kenangan 7 sedang kebingungan mencari lokasi makam bagi keluarganya yang meninggal setelah terpapar virus Covid-19, dirinya mengaku terkejut dengan harga satu lubang liang lahat yang mencapai Rp. 4 Juta (lokasi TPUdamanhuri) karena terbentur biaya dirinya pun berinisiatif mencari TPU lainya, yakni dirinya ke TPU Kenangan 7, lantaran di wilayahnya TPU tidak bisa lagi menampung jenazah baru (penuh).

“Di daerah Kota TPU sudah penuh makanya kami mencari alternatif TPU lain. Tapi yang kira-kira tidak jauh dari kota. Sempat ke TPU Damanhuri tapi kaget harganya Rp 4 juta,” Ujar Zamal sapaan akrabnya.

Meski mendapat harga yang dirasa mampu untuk 1 lubang liang lahat di TPU Kenangan 7 yaitu sebesar Rp. 1,8 juta, namun dirinya tetap harus menerima kenyataan hingga kecewa, karena dari pihak pengelola makam sudah angkat bendera putih (kewalahan) untuk hari ini dikarenakan untuk hari ini saja, Selasa (3/8) sudah 10 lubang yang mereka buat untuk jenazah covid-19 maumun umum.

“Sudah Aada 10 lubang yang digali hari ini dan akan dikuburkan hari ini (kemarin) termasuk satu pemakaman Covid-19 dan kalau mau diminta untuk besok (hari ini). Ya terpaksa saya pulang dan merembukkan dengan keluarga lagi bagaimana selanjutnya,” keluh Zamal.

Penulis : psamudra
Editor : redaksi/adl

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana