Data Pasien dan Kematian Covid-19 Selalu Dipublis, Krisna: Apa Urgensinya Buat Masyarakat Balikpapan?

BALIKPAPAN,PROKALTIM – Masih berlanjut terkait kontroversi dipublikasikannya berita Covid-19 tentang angka pasien positif dan angka kematian oleh pemerintah, mendapat tanggapan beragam, salah satunya dari tokoh muda Balikpapan Krisna Galih.

Menurut Krisna biasa dia disapa, bukan masalah seberapa banyak atau sedikit angka yang dipublikasikan. Dalam artiannya sedikit saja karena kebutuhan data tersebut bukan untuk konsumsi masyarakat umum sebenarnya, namun lebih kepada kepentingan internal pemerintah atau petugas Gugus Covid.

“Tapi kita tidak tahu targetnya pemerintah dengan memberikan informasi berapa hari ini apa, dengan mengeluarkan data yang dipublish di sosial media (medsos) terutama di media-media,” ujar Krisna.

Sebagai salah satu anak muda Balikpapan yang memiliki kepedulian kuat, Krisna memiliki pemikiran berbeda. Berita Covid-19, data angka kematian yang selalu ditampilkan, dapat mengakibatkan rasa panik, khawatir berlebihan pada masyarakat. Meskipun sedari awal masyarakat sudah mengikuti anjuran pemerintah dengan taat prokes.

Baca juga  KPU Balikpapan Buka Rekrutmen PPS, Komorbid Tak Boleh Daftar PPS

“Semestinya berita kesembuhan dan testimoni para pasien yang sembuh diperbanyak saja publikasinya,” tegasnya.

Dia melanjutkan, berbicaranya bagaimana supaya sembuh, bagaimana menekan stres, terutama masyarakat yang lebih berusia diatas 60an. Akibatnya, faktor-faktor tersebut akhirnya menimbulkan orang-orang lansia banyak yang terserang dan meninggal dunia akibat penyakit bawaan juga. Dan akibatnya, bukan faktor karena usia yang sebenarnya, tapi tingkat stressya tinggi. Bagaimana mengantisipasi yang sakit, bagaimana cara sembuhnya diperbanyak.

“Semakin membuat aneh, angka positif, kematian, di update dan terpublis di medsos akhirnya diketahui masyarakat banyak. Salah satunya sampai di whatsapp (WA), bahkan ada yang sampai proses penguburan pun di video, juga datangnya mobil jenazah di video juga, nah ini apa urgensinya?,” beber Krisna yang juga Pengusaha Muda Sukses Balikpapan ini.

Menurut Krisna, pihak keluarga yang mengantar jenazah karena Covid-19 lokasinya jauh sekali. Jangan sampai hal ini membuat panik.

Baca juga  Komandan Pangkalan TNI AL Balikpapan, Kini Dipimpin Kol Laut Siswo Widodo

“Itu bukan masalah apa-apa, ya paniknya ini stres, jadi harus ditekan tingkat stresnya masyarakat ini, kalau bisa tidak perlu medsos mempublis seperti itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Krisna sepakat dengan statemen anggota DPRD Balikpapan Ardiansyah, warga Balikpapan akan mendukung dan anggota Dewan juga wajib memperjuangkan kebijakan tersebut.

Sejauh ini, lanjutnya, Walikota Balikpapan Rachmad Mas’ud telah memberikan kelonggaran social masa PPKM, terbukti sebelumnya telah mengelurkan Surat Edaran Walikota, namun apa daya, selang kurang dari 24 jam, Menteri Dalam Negeri mengeluarkan intruksi PPKM Level 4 tetap dilanjutkan.

“Mari kita dukung Bapak Wali kota dan beri banyak masukan yang lebih konstruktif terkait pada pelonggaran social dan peningkatan ekonomi Balikpapan. Saya yakin, Wali kota akan berpihak pada masyarakat Balikpapan,” tuturnya. (to)

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana