Membutuhkan Pelayanan Kesehatan, Warga Balikpapan Timur Membutuhkan Kehadiran Rumah Sakit

BALIKPAPAN, PROKALTIM – Keluhan masyarakat di wilayah Balikpapan Timur, sangat mengharapkan kehadiran rumah sakit di wilayah Balikpapan Timur. Membayangkan masyarakat yang tinggal di daerah Gunung Binjai, Jalan Traktor dan lainnya di Balikpapan Timur, selalu kesulitan menuju rumah sakit ketika mendapatkan rujukan dari Puskesmas karena jauhnya akses.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menanggapi serius, salah satunya Nurhadi Saputra yang sering mengusulkan dibangunnya Rumah Sakit di Wilayah Balikpapan Timur.

“Jadi mengenai Rumah Sakit di wilayah Balikpapan Timur itu setelah komunikasi dengan Bappeda, bahwa daerah yang paling siap untuk dibangun rumah sakit dari segi segala kriteria lokasi, kemudian kebutuhan dana sebenarnya yang paling butuh Balikpapan Timur,” kata Nurhadi Saputra.

Lanjut Nurhadi, cuma karena tidak tahu unsur politis atau apa untuk di tahun depan pembangunan katanya di daerah Balikpapan Barat tapi masih banyak permasalahan.

“Apalagi yang di Balikpapan Barat disiapkan anggaran pembebasan lahan sekitar 5.000 meter persegi dari lokasinya pun juga masih banyak prokontra, karena lokasinya menurut saya secara pribadi tidak layak,” ucapnya.

Baca juga  DPRD KRITISI DATA GAKIN BALIKPAPAN YANG MASIH MENGGUNAKAN DATA TAHUN 2012

Politisi fraksi PPP ini juga menyampaikan, bukannya saya tidak mendukung pembangunan di daerah Balikpapan Barat tapi bisa direlokasi di daerah lain kalau memang di Balikpapan Barat masih ada lokasi lain yang lebih layak setujui saja.

Dia juga menjelaskan, kalau dari faktor kebutuhan, Balikpapan Timur lebih membutuhkan. Apalagi dalam mendapatkan pelayanan kesehatan di Balikpapan Barat akses ke rumah sakit lebih terjangkau, juga ada pilihan dan sedangkan Balikpapan Timur sangat jauh.

“Cuma kalau dari faktor kebutuhan karena kalau dari Balikpapan Barat ini Rumah Sakit akses terdekat ke Ibnu Sina, juga bisa ke Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) kan dekat, kalau Balikpapan Timur sekitar 40 menit baru bisa ketemu Rumah Sakit, makanya jauh,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan, saya secara pribadi sudah meminta kepada Bappeda Balikpapan, ternyata ada anggaran Rp 300 juta baru untuk studi kelayakan Feasibility Study (FS). Dan memperkirakan studi kelayakan selesai dalam 1 kali masa anggaran. Kemudian di Detail Engineering Design (DED)-nya bisa di APBD Perubahan 2022.

Baca juga  Odang Desak Pemkot Balikpapan Beri Perhatian Pengembangan Kawasan Mangrove Graha Indah

“Berarti tahun 2023, kalau pun studi kelayakannya tidak ada kendala. Kalau ternyata ada kendala, bisa saja 2024. Nah 2024 ini kan sudah tahun politik,” ungkapnya

Nurhadi yang juga Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Timur juga meminta kebijakan Rahmad Mas’ud sebagai Wali Kota, untuk bisa pembangunan rumah sakit di Balikpapan Timur.

“Untuk itu, saya sudah minta kebijakannya Pak Rahmad selaku Wali Kota, tidak bisa kah kalau studi kelayakan dan DED-nya itu di Perubahan ini. Jadi di tahun depan bisa sama-sama membangun. Balikpapan Timur membangun, Balikpapan Barat juga membangun. Karena, bagaimana pun kebutuhan yang betul-betul mendesak ini sebenarnya di Balikpapan Timur, tolong lah pak Wali Kota Rahmad Mas’ud,” ungkapnya. (to)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana