Peresmian ETLE Nasional Tahap II. Rivan Purwantono: Jasa Raharja Sinergikan ETLE – JRku Untuk Memudahkan Masyarakat

SURABAYA,PROKALTIM – Mewujudkan lalu lintas yang tertib dan aman menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya Pemerintah, namun juga seluruh lapisan masyarakat sebagai pengguna jalan. Untuk mewujudkan hal ini tentunya membutuhkan berbagai perangkat pendukung mulai dari sarana dan prasana jalan, sampai dengan sistem lalu lintas itu sendiri.

Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) telah membangun dan menerapkan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Sistem ETLE menggunakan perangkat kamera pantau (CCTV) terintegrasi. CCTV tersebut mampu memotret detail kendaraan yang melanggar peraturan lalu lintas.

Seperti melaju melebihi kecepatan maksimal, mengungkap nomor seri dan jenis mobil,
serta memotret pengemudi dan penumpang kendaraan yang melanggar. CCTV ini mampu bekerja saat malam hari atau kondisi minim cahaya. Selain itu, sistem ETLE ini memiliki presisi yang tinggi dengan peluang kesalahan yang rendah.

Sabtu (26/3) bertempat di Hotel Wyndham Surabaya Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit
Prabowo meresmikan Program ETLE Nasional Presisi Tahap II, turut hadir dalam
kegiatan tersebut Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Purwantono.

Baca juga  Penjelasan Kapolri Soal Terbitnya Telegram Larangan Media

Keunggulan ETLE Nasional Presisi Tahap II terletak pada fitur Weigh In Motion dan
Speedcam. Sistem Weigh In Motion atau alat timbang berjalan merupakan rangkaian
sensor yang mampu mengukur berbagai fitur kendaraan yang sedang bergerak dan
mampu mengidentifikasi kendaraan berdasarkan kelasnya. Sementara Speed Cam
bekerja membaca kecepatan satu kendaraan sekaligus memfoto kendaraan tersebut.
Sehingga jika terjadi pelanggaran kecepatan, barang bukti penindakan pelanggaran lalu
lintas, sulit dibantah. Keunggulan ETLE mampu bekerja 24 jam non-stop.

Rivan Purwantono Direktur Utama PT Jasa Raharja dalam keterangan persnya
mengatakan, peresmian ETLE Nasional Presisi Tahap II bentuk komitmen Polri
mewujudkan sistem lalu lintas yang aman dan modern. Sistem berbasis digital
terintegrasi ini terus dikembangkan dan diharapkan dapat menurunkan angka
kecelakaan sejalan dengan program pencegahan kecelakaan Jasa Raharja.

“Dan yang tidak kalah penting saat ini ETLE telah terintegrasi dengan aplikasi JRku dari
Jasa Raharja. Sehingga pelanggaran lalu lintas yang terpantau sistem ETLE dapat
langsung diketahui informasi dan notifikasinya secara real time pada aplikasi JRku,” jelas Rivan.

Korlantas Polri telah menambah jumlah titik-titik perangkat kamera tilang elektronik di
14 wilayah Kepolisan Daerah (Polda), di antaranya Polda Sumatera Utara, Polda
Sumatera Selatan, Polda Bangka Belitung, Polda Kalimantan Barat, Polda Kalimantan Tengah, Polda Kalimantan Selatan, Polda Kalimantan Timur, Polda Gorontalo, Polda
Bali, Polda NTB, Polda NTT, Polda Bengkulu, Polda Papua Barat, dan Polda Papua. Terjadi penambahan jumlah kamera dari Tahap I yang berjumlah 244 kamera menjadi
248 kamera di 26 wilayah Polda se-Tanah Air.

Baca juga  Rivan Purwantono: Jasa Raharja Buka Pendaftaran Mudik Sehat Bersama BUMN Tahun 2022

“Dengan hadirnya ETLE di JRku ini melengkapi fitur yang sudah ada sebelumnya seperti Pengajuan Santunan Online, Jalanku, Kendaraanku dan tentunya semakin
mempermudah masyarakat dalam menyelesaikan kewajibannya” tambah Rivan.

Dalam kesempatan ini Polri memberikan penghargaan kepada Direktur Utama PT Jasa
Raharja kategori Integrasi Electronic Traffic Law Enforcement dengan aplikasi JRku.

“Penghargaan ini merupakan suatu bentuk pengakuan dari Polri atas kerjasama yang
telah terjalin dengan Jasa Raharja dan integrassi ETLE – JRku sebagai wujud nyata
komitmen kedua instansi untuk memberikan pelayanan publik modern, mudah dan
terpercaya,” tutup Rivan. (*/to)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Share Berita

Berita Terkait

Ikuti Berita ProKaltim.com dari Media Sosial


Kaltim News

Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana