Pra Forum Kapasitas Nasional 2022, Mendukung SKK Migas Produksi 1 Juta Barel Per Hari

BALIKPAPAN,PROKALTIM – Pra Forum Kapasitas Nasional 2022, digelar di Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), pada Selasa (21/6/2022).

Dalam konferensi pers tersebut, turut hadir Gubernur Kaltim H Isran Noor, Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman, Plt Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas Rudi Satwiko, Kadiv Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi, Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul, dan Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia Chalid Said Salim

Untuk itu, Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani dalam pertemuan Pra Kegiatan Forum Kapasitas Nasional di Novotel Balikpapan mengatakan, pulau Kalimantan dan Sulawesi adalah dua wilayah potensial migas tak terpisahkan dalam industri hulu migas nasional, terutama komoditas gas.

Dia juga menyampaikan, blok Mahakam mencatatkan sejarahnya sebagai blok gas pertama di Tanah Air yang berhasil menembus pasar ekspor di era 1970-an untuk pertama kalinya dan terus berproduksi hingga kini. Demikian pula dengan Blok Matindok di Sulawesi Selatan.

Keberadaan blok-blok migas di kedua wilayah tersebut mengubah lanskap Kalimantan dan Sulawesi yang kini tumbuh maju. Inilah contoh konkret yang menggambarkan bagaimana peran industri migas terhadap pembangunan suatu wilayah.

Lanjut Fatar, juga masih tingginya potensi cadangan gas di wilayah Kalsul diharapkan membantu SKK Migas untuk mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari dan gas sebanyak 12 miliar kaki kubik per hari (BCFD) pada 2030.

Baca juga  Jurnalis FC Samarinda Raih Juara 1 di Pertandingan Mini Soccer SKK MIGAS

“Kedua wilayah ini masih menyimpan potensi migas yang besar. Ini merupakan kesempatan bagi industri nasional untuk menjadi raja di negeri sendiri dalam mensupport keberadaan sektor hulu, yang di sisi lain juga turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, pemerintah daerah sekaligus APBN,” kata Fatar kepada awak media.

SKK Migas dan KKKS terus melakukan program pengembangan masyarakat dalam bentuk peningkatan kapasitas dan pendampingan usaha untuk meningkatkan daya saing pemasok nasional atau improvement of national supplier competitiveness.

Dengan demikian masyarakat di wilayah operasi dapat memenuhi kualifikasi dan standarisasi kegiatan usaha di sektor penunjang migas.

Juga disisi yang sama, Plt Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas Rudi Satwiko menegaskan sejak tahun 2015, pihaknya terus mendorong peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) industri hulu migas untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, pemerintah daerah dan juga perekonomian nasional.

“SKK Migas terus berkomitmen agar TKDN sektor hulu migas nasional terus meningkat. Sangat nyata bahwa program pembinaan dan penilaian telah melahirkan banyak industri-industri pabrikan yang berhasil mensubstitusi produk-produk impor,” tegas Rudi.

Baca juga  Apa Itu Holding Company? Apa Tujuan, Manfaat, Contoh, dan Prosesnya Bagaimana?

Dia menjelaskan, SKK Migas berhasil meningkatkan realiasi TKDN barang dan jasa industri hulu migas sebesar 63 persen, Mei 2022. Meskipun pemerintah hanya menetapkan target 57 persen tahun 2022. Nilai perkiraan pengadaan barang dan jasa sebesar 5.200 juta dolar AS atau setara dengan Rp75 triliun, jika komitmen TKDN 2022 bisa direalisasikan maka diperkirakan sekitar Rp 45 triliun pengadaan barang dan jasa akan dinikmati oleh industri nasional.

Menurut Rudi, munculnya industri lain dan meningkatkan TKDN tak lepas dari peran aktif SKK Migas dalam menjembatani KKKS dan industri jasa penunjang. Dan industri hulu dapat menggerakan sektor industri lain baik UMKM maupun koperasi dan menciptakan nilai tambah serta penerimaan negara yang lebih besar.

Sementara itu, Gubernur Kaltim, H Isran Noor menilai bahwa industri hulu migas di Kaltim telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian masyarakat daerah. Seperti daerah Bontang, yang dulu hanya didominasi oleh rawa, kini tumbuh pesat menjadi salah satu tujuan wisata.

“Selain itu, juga banyak masyarakat sekitar yang tumbuh maju melalui usaha binaan di bawah SKK Migas dan KKKS sehingga menggerakkan roda perekonomian daerah,” ungkap Isran. (to)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Share Berita

Berita Terkait

Ikuti Berita ProKaltim.com dari Media Sosial


Kaltim News

Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana