Sapi Diikat Di Leher, Hebohkan Jagat Maya, Terjadi Di Samarinda?

SAMARINDA, PROKALTIM- Heboh pemindahan sapi dari kapal menuju truk pengangkut menggunakan crane, berasal dari video berdurasi sekitar 27 detik, memperlihatkan beberapa ekor sapi diikat dibagian kepala dan dipindahkan ke sebuah truk.

Diduga video tersebut terjadi di Pelabuhan Samarinda, Prokaltim.com pada Kamis (16/6/2022) siang tadi, mencoba mencari tau kebenaran hal tersebut.

Terpantau 682 ekor sapi asal Kupang, Nusa Tenggara Timur siap di distribusikan di wilayah Kalimantan Timur.

Hal tersebut diungkapkan Asikin yang merupakan kordinator bongkar muat sapi di Pelabuhan Samarinda.

Asikin membenarkan atas kejadian tersebut, saat video tersebut diunggah ke akun media sosial dirinya sedang berada dilokasi dan bukan tanpa alasan pihaknya melakukan hal tersebut.

Baca juga  Oksigen Langka, RSKD Atma Husada Miliki Alat Oksigen Generator

“Itu kemarin, karena banyaknya jumlah sapi yang datang agar mempersingkat waktu kami lakukan dengan hal tersebut dan itu tidak menyakiti hewan, karena disangkutkan dibagian tandung dan melingkar melalui hidung,” ujarnya saat ditemui awak media.

Saat ditemui di Pelabuhan Samarinda terkait video viral tersebut Sub Koordinator Kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim Yulis Tanty mengatakan, setelah beredarnya video viral tersebut dirinya dan tim diminta untuk melakukan pengecekan ke lapangan.

Hasil pengecekan terlihat proses bongkar muat sapi namun, pihaknya tidak menemukan proses pemindahan dengan cara digantung seperti video yang beredar.

“Setiap pemindahan hewan ternak harus melihat kondisi dan kesejahteraan hewan, tidak membuat takut serta tidak sampai luka. Saat loading sudah ada gateway dan digiring satu persatu sehingga tidak setres,” ungkap Yulis.

Baca juga  Breaking News - Calon Penumpang Panik, KM Pantokrator Terbakar

Terkait video yang beredar tersebut pihaknya menyebut hal demikian merupakan pelanggaran, dan tertuang dalam UU No.18 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Hewan.

“Ya, jelas itu melanggar, karena caranya salah,” pungkasnya. (psg/adl)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Share Berita

Berita Terkait

Ikuti Berita ProKaltim.com dari Media Sosial


Kaltim News

Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana