Satu WNA Tewas, Satu Kritis, Pertikaian di Eks Tambang Batu Bara Kukar

KUKAR, PROKALTIM – Sorang Warga Negara Asing (WNA) tewas usai bertikai dengan penjaga lahan eks tambang di Desa Purwajaya RT 12, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu (25/9/2022) lalu sekitar Pukul 19.00 WITA.

Korban NX (50) merupakan investor sekaligus direktur PT Kalimantan Bara Perkasa yang berasal dari Negeri Tirai Bambu (China).

NX tewas dilokasi bekas tambang batu bara akibat sabetan senjata tajam jenis mandau yang dilayangkan ke tubuhnya.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Kukar AKBP Hari Rosena melalui Kasat Reskrim AKP I Made Suryadinata pada press release Selasa (27/9/2022) siang tadi.

“Tersangka yang diamankan ada dua orang dan saling terlibat cekcok hingga NX tewas,” ungkap AKP I Made Suryadinata.

Baca juga  Punya Masalah Dengan Istri, Adik Ipar di Sikat

Pertikaian dipicu kesalahpahaman antara keduanya yang disinyalir salah satu pihak tidak dapat berbahasa Indonesia.

Sambungnya, pihak pemilik lahan dengan korban telah bekerja sama, namun setelah tambang tidak beroperasi lagi pihak korban berjanji akan menutup kembali, berjalanya waktu hampir setahun lubang tak kunjung ditutup kembali.

“Jadi kedua tersangka itu bertugas mengawasi proses penutupan bekas lahan tambang tersebut, tersangka mengaku dipukul duluan, tersangka pun langsung mencabut mandau dipinggangnya,”ucapny.

Tak hanya NX yang menjadi korban keberingasan HR dan A melainkan ada NC yang juga seorang WNA asal China yang harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD IA Moies Samarinda.

Kedua tersangka berhasil dibekuk oleh tim gabungan Jatanras Polda Kaltim, Reskrim Polsek Loa Janan dan Polres Kukar.

Baca juga  Motif Perampokkan, Dibalik Kematian Julia, Pelaku Terancam Penjara Seumur Hidup

Tak sampai 24 jam kedua tersangka berhasil dibekuk dalam pelariannya di daerah Kelurahan Bantuan, Kecamatan Palaran Kota Samarinda.

“Mereka dirumah pamanya, diamankan saat sedang makan,” jelas AKP I Made Suryadinata.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kedua tersangka dijerat dengan Pasal 170 Subsider 354 KUHP maksimal hukuman 12 tahun penjara. (psg/adl)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Share Berita

Berita Terkait

Ikuti Berita ProKaltim.com dari Media Sosial


Kaltim News

Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana