Wujud Manifestasi Negara, Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan Bus di Magetan

Jawa Tengah – Jasa Raharja telah menyerahkan santunan kepada seluruh korban
kecelakaan bus pariwisata PO Semeru yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan
Raya Sarangan-Tawangmangu, Magetan, Jawa Timur, pada Minggu Desember 2022.

Santunan diserahkan secara simbolis oleh Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi
Aryani Suzana dan Walikota Semarang Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, kepada
ahli waris dari 7 korban meninggal dunia, di Kantor Walikota Semarang, Senin
(5/12/2022).

Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana, menyampaikan, seluruh
korban terjamin oleh Undang-Undang No. 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan
Wajib Kecelakaan Penumpang. “Sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI No.15 Tahun
2017, korban meninggal dunia mendapatkan santunan sebesar Rp50 juta yang
diserahkan kepada ahli waris yang sah. Sementara, bagi korban luka, kami sudah
memberikan jaminan biaya perawatan rumah sakit maksimal Rp20 juta,” ujarnya.

Baca juga  Kolaborasi dan Inovasi Digital Jadi “Senjata” Jasa Raharja Hadapi Tantangan 2023

Dalam kesempatan tersebut, Dewi menyampaikan turut berbelasungkawa dan duka cita
mendalam kepada keluarga korban. “Semoga keluarga korban yang ditinggalkan
mendapat ketabahan, serta korban yang sedang mengalami perawatan agar cepat pulih
kembali,” ungkap Dewi.

Dewi mengatakan dengan adanya koloborasi yang baik antara Jasa Raharja, POLRI,
Rumah Sakit dan stakeholder lainnya, sehingga santunan dapat kita berikan dengan
cepat dan tepat kepada para keluarga korban. “Kami berkomitmen untuk memberikan
pelayanan maksimal. Hal itu sebagai salah satu bentuk empati pemerintah dan wujud
kehadiran negara melalui Jasa Raharja. Dan hal ini tidak lepas dari dukungan mitra kerja
dari POLRI, RS, dan pemangku kepentingan lainnya,” tambah Dewi.

Baca juga  Jasa Raharja Serahkan Santunan Ahli Waris Kecelakaan Bus di Imogiri Kurang dari 24 jam

Dalam kesempatan yang sama, Dewi juga mengingatkan kembali kepada pengusaha
angkutan umum, untuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan memprioritaskan
keselamatan penumpang. “Untuk itu, agar senantiasa memperhatikan kondisi
kendaraan, baik teknis maupun non teknis, serta kesiapan dan kesehatan pengemudi
kendaaraan yang akan dioperasikan,” imbuhnya.

Sebelumnya, sebuah bus yang mengangkut rombongan wisatawan dari Kota
Semarang, Jawa Tengah, mengalami kecelakaan yang diduga disebabkan kerusakan
rem saat melintas di jalan raya Sarangan–Tawamangu Magetan, Jawa Timur.

Akibatnya, kendaraan hilang kendali dan menabrak besi pembatas jalan sebelum
akhirnya terjun ke jurang sedalam sekitar 30 meter. Kecelakaan tersebut mengakibatkan
7 orang meninggal dunia dan 32 penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana