Search
Search
Close this search box.

Puji Setyowati Prihatin Maraknya Kecanduan Judi Online di Kalangan Generasi Muda

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur Puji Setyowati
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur Puji Setyowati

PROKALTIM.COM, SAMARINDA – Kecanduan judi online menjadi salah satu masalah sosial yang mengkhawatirkan di Kalimantan Timur. Banyak generasi muda yang terjerumus dalam praktik perjudian daring yang membawa dampak negatif bagi kesehatan mental dan masa depan mereka.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur Puji Setyowati mengatakan bahwa para pecandu judi online sering mengalami stres, depresi, kecemasan, hingga bunuh diri akibat kehilangan banyak uang dan waktu dalam bermain judi online.

“Kecanduan judi online adalah masalah sosial yang harus kita perhatikan bersama. Banyak kasus menunjukkan bahwa para pecandu judi online mengalami stres, depresi, kecemasan, hingga bunuh diri,” kata Puji, Kamis (2/11/2023)

Puji menjelaskan bahwa para pecandu judi online tidak menyadari konsekuensi negatif yang ditimbulkan oleh perjudian daring. Mereka mengabaikan pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab sosial mereka demi bermain judi online. Mereka juga mengalami kerugian finansial yang signifikan akibat sering kalah dalam perjudian.

Baca juga  Anggota DPRD Kaltim, Mimi Meriame: Antrian SPBU di Kota Balikpapan Bisa Diatasi

“Para pecandu judi online juga mengalami kerugian finansial yang signifikan akibat sering kalah dalam perjudian. Ketika modal mereka habis, mereka cenderung mencari cara untuk mengembalikan kerugian tersebut, seperti berhutang, mencuri, atau bahkan melakukan tindak kriminal,” ujar Puji.

Puji menambahkan, para pecandu judi online juga terjebak dalam lingkaran setan yang sulit untuk keluar. Mereka menghadapi stres dan depresi akibat kecanduan judi online, tetapi mereka juga menggunakan judi online sebagai cara untuk melarikan diri dari masalah mereka. Hal ini membuat mereka semakin tergantung dan semakin sulit untuk berhenti.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Puji meminta agar lembaga pendidikan, tokoh agama, dan orang tua bersatu dalam memberikan pemahaman dan pengawasan yang berkelanjutan kepada generasi muda. Ia berharap agar mereka dapat mencegah dan melindungi generasi muda dari bahaya kecanduan judi online.

Baca juga  Sigit Wibowo, Alumni SMPN 2, Apresiasi Kegiatan Tanam Pohon untuk Penghijauan di SMPN 2 Balikpapan

“Kita harus bersama-sama memahami dan mendampingi generasi muda. Hal ini semakin penting untuk melindungi mereka dari bahaya kecanduan judi online yang dapat merusak masa depan mereka,” tutur Puji.

Puji juga mengimbau agar pemerintah dan aparat penegak hukum dapat lebih tegas dalam memberantas situs-situs judi online yang meresahkan masyarakat. Ia mengatakan bahwa situs-situs judi online merupakan bentuk pelanggaran hukum yang harus ditindak dengan tegas.

“Kita harus bersikap tegas terhadap situs-situs judi online. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita untuk menjaga ketertiban dan kesejahteraan masyarakat. Kita tidak boleh membiarkan generasi muda menjadi korban,” pungkas Puji. (advertorial)

Agar Tidak Ketinggalan Informasi Terbaru
Ikuti Berita Kami di Google News, Klik Disini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

PROKALTIM GROUP

Kategori Berita
Daerah

Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana

[gravityform id="3" title="false" description="false" ajax="true"]