PROKALTIM.COM – Maskapai AirAsia mengambil langkah besar yang mengejutkan industri penerbangan global dengan memesan pasti 150 unit pesawat Airbus A220 di tengah tekanan kenaikan harga avtur dunia. Keputusan tersebut dinilai sangat agresif karena dilakukan saat banyak maskapai internasional masih menghadapi tekanan biaya operasional akibat lonjakan harga bahan bakar jet dan ketidakstabilan geopolitik global.
CEO AirAsia, Tony Fernandes, bahkan secara terbuka meminta Airbus mengembangkan seri A220-500 berkapasitas 180 kursi. AirAsia disebut siap menjadi pelanggan pertama untuk pesawat tersebut jika resmi diproduksi. Sikap optimistis itu muncul saat industri penerbangan dunia justru sedang berhati-hati menghadapi tekanan ekonomi global.
Konflik Global Picu Krisis Avtur
Lonjakan harga bahan bakar jet dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Situasi ini membuat biaya operasional maskapai melonjak tajam dan memaksa sejumlah perusahaan penerbangan mengurangi frekuensi penerbangan.
AirAsia sendiri sebelumnya sempat memangkas jadwal operasional akibat tekanan biaya. Namun kini maskapai tersebut mulai menunjukkan sinyal pemulihan dan ambisi besar memperluas jaringan penerbangan di Asia.
Airbus A220 Dinilai Lebih Efisien
Pemilihan Airbus A220 disebut sebagai strategi jangka panjang AirAsia untuk menekan konsumsi bahan bakar dan meningkatkan efisiensi operasional. Pesawat ini dikenal memiliki efisiensi avtur lebih baik dibanding beberapa generasi pesawat sebelumnya.
Pengamat menilai langkah AirAsia bisa menjadi keputusan berisiko tinggi, namun juga berpotensi memberi keuntungan besar jika permintaan penerbangan global kembali meningkat dalam beberapa tahun ke depan. (glen)







Be First to Comment