PARIPURNA PENYAMPAIAN PANDANGAN FRAKSI RAPERDA APBD 2021

BALIKPAPAN-DPRD Kota Balikpapan gelar Rapat paripurna secara virtual terkait penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap nota penjelasan Walikota tentang rancangan peraturan daerah anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2021.

Rapat paripurna dipimpin Wakil ketua DPRD Kota Balikpapan Subari di ruang rapat gabungan DPRD kota Balikapan jalan Jendral Sudirman Balikpapan Kota, Rabu (18/11).

Enam fraksi DPRD Balikpapan melalui juru bicaranya menyampaikan pandangan fraksi yakni Nelly Turuallo (fraksi Golkar), Budiono (fraksi PDIP include PKB), Siswanto Budi Utomo (fraksi Gerindra), Sandy Ardian (fraksi PKS), Ali Munsjir Halim (fraksi Demokrat), dan Nurhadi Saputra (fraksi Gabungan Nasdem, PPP, Hanura dan Perindo).

“Beberapa point yang dibahas pada rapat meliputi ini RPJMD terakhir Walikota Balikpapan saat ini, terkait infrastruktur dan UMKM”, ungkap Wakil ketua DPRD Kota Balikpapan Subari, di ruang kerjanya.

Subari mengatakan, titik fokus semua fraksi mengharuskan Walikota Balikpapan serius dalam mencapai target dalam RPJMD.

Penyampain pandangan fraksi, secara umum masih banyak PR yang belum diselesaikan, salah satunya adalah penanganan banjir.

Selain itu APBD 2021 ada penurunan DBH ( Dana bagi hasil) dari pusat yang yang cukup signifikan yaitu sekitar 257 milyar, dan dari provinsi 15 milyar. ” Itu menjadi penekanan penyampaian fraksi fraksi, Walikota harus serius ini,” ucapanya.

Diharapkan Walikota harus serius menangani hal ini, apalagi tahun ini adalah tahun terakhir bagi Walikota Balikpapan saat ini, Rizal Effendi menjabat. Lewat rapat ini, fraksi menekankan point-point tersebut agar segera ditangani.

Baca juga  H Aco: Efek Anies Banyak LSM Bergabung ke Partai Nasdem

Langkah yang akan dilakukan dalam menangani permasalahan ini adalah dengan meningkatkan Anggaran PAD yang awalnya 650 milyar menjadi 715 milyar.

Menurutnya, potensi peningkatan tetap ada dan bisa dikelola, tetapi yang terpenting OPD terkait harus serius dan punya inovasi-inovasi agar bisa meningkatkan PAD. Disamping itu anggaran per OPD akan diturunkan sebanyak 5-10% . Dan hal ini tidak mengurangi kinerja yang ada dalam penyelesaian Anggaran OPD.

” Estimasi APBD 2021 jadi 1,9 Triliun dari yang sudah disepakati kemarin 2,1 Triliun. Dan solusi pemangkasan DBH ini untuk mengenjot PAD “, paparnya.

Ia menjelaskan adanya recovery ekonomi di Kota Balikpapan sudah terlihat pencapaian PAD dibulan april mei dari pendapatan pajak dan restribusi daerah dan nantinya target PAD bisa tercapai diangka tersebut.

“Beberapa point yang dibahas pada rapat meliputi ini RPJMD terakhir Walikota Balikpapan saat ini, terkait infrastruktur dan UMKM”, ungkap Wakil ketua DPRD Kota Balikpapan Subari, di ruang kerjanya.

Subari mengatakan, titik fokus semua fraksi mengharuskan Walikota Balikpapan serius dalam mencapai target dalam RPJMD.

Penyampain pandangan fraksi, secara umum masih banyak PR yang belum diselesaikan, salah satunya adalah penanganan banjir.

Baca juga  Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum, Wali Kota Menjawab

Selain itu APBD 2021 ada penurunan DBH ( Dana bagi hasil) dari pusat yang yang cukup signifikan yaitu sekitar 257 milyar, dan dari provinsi 15 milyar. ” Itu menjadi penekanan penyampaian fraksi fraksi, Walikota harus serius ini,” ucapanya.

Diharapkan Walikota harus serius menangani hal ini, apalagi tahun ini adalah tahun terakhir bagi Walikota Balikpapan saat ini, Rizal Effendi menjabat. Lewat rapat ini, fraksi menekankan point-point tersebut agar segera ditangani.

Langkah yang akan dilakukan dalam menangani permasalahan ini adalah dengan meningkatkan Anggaran PAD yang awalnya 650 milyar menjadi 715 milyar.

Menurutnya, potensi peningkatan tetap ada dan bisa dikelola, tetapi yang terpenting OPD terkait harus serius dan punya inovasi-inovasi agar bisa meningkatkan PAD. Disamping itu anggaran per OPD akan diturunkan sebanyak 5-10% . Dan hal ini tidak mengurangi kinerja yang ada dalam penyelesaian Anggaran OPD.

” Estimasi APBD 2021 jadi 1,9 Triliun dari yang sudah disepakati kemarin 2,1 Triliun. Dan solusi pemangkasan DBH ini untuk mengenjot PAD “, paparnya.

Ia menjelaskan adanya recovery ekonomi di Kota Balikpapan sudah terlihat pencapaian PAD dibulan april mei dari pendapatan pajak dan restribusi daerah dan nantinya target PAD bisa tercapai diangka tersebut.

Ikuti Berita Kami di Google News, Klik Disini

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana