Warga Sukaraja Peroleh Profit dari Swasembada Pangan

SEPAKU – Patut jadi percontohan apa yang sudah dilakukan oleh warga Sukaraja, Penajam Paser Utara (PPU) ini. Program pemberdayaan masyarakat terus digalakkan Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaraja. Salah satunya melalui program Bina Dasawisma di RT masing-masing dusun. Selain untuk ketahanan pangan, juga untuk profit kelompok. Kegiatan ini dimotori oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sukaraja Selvi Maulida, sejak Maret 2020.

“Mulai dari nol. Harus meyakinkan ibu-ibu di masing-masing RT per dusun. Awalnya tidak gampang. Tapi dengan ketelatenan semua pihak, alhamdulillah mulai berjalan dan berkembang baik,” ujar Selvi.

Lebih lanjut Selvi menjelaskan, dari 25 RT yang ada di Sukaraja, kini sudah 19 Dasawisma terbentuk. Penekanannya pada tanaman sayur mayur. Pihaknya mensinergikan dengan program ketahanan pangan dari pemerintah daerah.

Baca juga  Wamen Angela Apresiasi SMEsHub Platform Digital, Dorong Kolaborasi Millenial Perkuat Ekosistem UMKM dan Ekraf
Kepala Desa Sukaraja Riski Maulana saat Panen Sayur Hasil Program Bina Dasawisma. (Foto : Eza)

“Alhamdulillah sebagian besar sudah swasembada sayuran. Kalau tanaman toganya, seperti jahe, kunyit, laos, sifatnya pelengkap saja. Ya, 30 persen toga, 70 persennya sayur mayur,” ujarnya.

Senada dengan Selvi, ketua Dasawisma Asoka RT.9 Dusun Karangsari Surati Ningsih, menambahkan dari hasil tanam selain sudah bisa swasembada sayur di lingkungan, juga merambah pasar.

“Sayuran ini juga ada yang ngambil, pedagang dari pasar,” ujarnya.

Perlu di ketahui, program ini disupport dan dibina langsung Pemdes Sukaraja. Bahkan tahun depan pembinaannya coba dikembangkan dengan budidaya ikan Lele.

“Nanti juga dilombakan. Untuk pengembangkan Lele kelompok tinggal menyiapkan tempat saja, terpal dan bibit disiapkan desa melalui pembinaan Dasawisma. Jadi nanti jika ada kegiatan desa, olahan bahan makanannya, bisa kerjasama dengan dasawisma dasawisma yang ada ini,” ungkap Kades Sukaraja Riski Maulana.

Baca juga  Atraksi Budaya Kaltim, Tutup Gelaran Akhir Tahun 2020

Lebih lanjut Riski menjelaskan, pogram tersebut tengah ditelaah untuk pengembangan pemasaran hasilnya. Sementara ini hasil tanam juga dimanfaatkan untuk kegiatan Rumah Desa Sehat (RDS) Sukaraja sebagai bahan masakan pemberian makan untuk balita.
“Dikerjasamakan, jadi tetap bisa menghasilkan profit untuk kelompok Dasawisma. Bahkan kami tengah mengkaji bagaimana jika sayur mayur ini bisa juga masuk dapur perusahaan yang beroperasi di wilayah Sukaraja dan juga pasar tradisional yang ada,” tutup Riski yang juga membina program Sukaraja Jemput Sedekah (SJS) di desanya. (ris)

Ikuti Berita Kami di Google News, Klik Disini

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana