4 Kuliner Hits 2021: Plant-based food hingga Kuliner Korea

Terbaru dari kolom lifestyle Prokaltim, tiap bulan akan mengulas topik yang sedang dan akan trend dengan pembaca, mengutip dari berbagai artikel terkini dan terpercaya. Konten spesial kali ini mengutip dari linetoday.com bulan ini: “Tren Lifestyle 2021”, tren pada fesyen, warna, hingga makanan dan minuman yang terpengaruh perubahan gaya hidup akibat pandemi COVID-19.

Pertanyaan klasik lebih dulu telur atau ayam diprediksi akan basi pada 2021. Penyebabnya, telur tidak akan lagi berasal dari ayam.

Ya, perusahaan prediksi tren World’s Global Style Network memperkirakan tahun ini dunia akan dibanjiri makanan dengan rasa dan tekstur dari telur tapi dibuat dari tumbuhan. Produsen telur nabati ini bermunculan di banyak negara, bahkan tahun lalu sudah terjual lebih dari 50 juta butir!

Selain makanan berbahan nabati ini ada empat fenomena dunia yang akan menjadi tren dalam urusan makanan, minuman, dan penganan. Berikut ini tren 2021 yang dirangkum dari WGSN, perusahaan market intelligence Mintel, dan Foodnavigator-Asia, yang ternyata sangat dipengaruhi oleh pandemi COVID-19:

1. Plant-based food

Photo by Louis Hansel @shotsoflouis on Unsplash

Tren makanan berbahan nabati akan meroket seiring pandemi membuat orang lebih memperhatikan kesehatannya.“Konsumen akan mencari kuliner yang membantu kesehatan fisik dan mental,” tulis Mintel dalam laporan 2021 Global Food and Drink Trends.

Tren ini diprediksi akan cepat berkembang pada 2021 karena perusahaan besar ikut mendorong kehadirannya sehingga mudah didapat oleh konsumen. Salah satu perusahaan yang dianggap akan berpengaruh pada popularitas plat based food ini adalah Starbucks

Chief Marketing Officer PT Sari Coffee Indonesia, Liryawati, membenarkan Starbucks akan membawa tren kuliner berbahan nabati itu ke Indonesia. Ia mencontohkan adanya menu plant-based sloppy joe sandwich, plant-based wellington pocket, dan plant-based focaccia bread yang mulai tersedia sejak 1 Februari 2021 di 57 gerai di Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Bali.

Baca juga  Juara dan Jadi Percontohan, Kang Bejo Dikunjungi Dinas Ketahanan Pangan Samarinda

“Makanan terbaru ini adalah menu Starbucks favorit yang dibuat menggunakan bahan-bahan nabati,” kata Liryawati. “Kami juga menyediakan susu almond sebagai alternatif susu sapi dan susu kedelai.”

Akankah publik Indonesia menyambut kuliner berbasis tumbuhan ini? Liryawati optimistis dengan prospeknya. Ia menceritakan pada September 2020, Starbucks mengenalkan minuman handcrafted Almondmilk Hazelnut Latte. “Ini dengan cepat jadi favorit,” ujarnya.

Adakah kuliner plant-based food yang sudah bisa dicoba? Ada, cek di sini: 3 Menu Plant-based Food yang Bisa Dicoba di Indonesia

 

2. Kuliner kesehatan mental & emosional

Sarapan unik di Bali (Photo by Paula Dozsa on Unsplash)

Selain kesehatan fisik, perusahaan kuliner diprediksi akan mulai memperhatikan kesehatan mental dan emosinal pelanggan dan pembelinya yang terpuruk akibat pandemi. Kamu akan mulai sering melihat usaha kuliner dan produsen menawarkan produk makanan nostalgia yang mengingatkan pada masa sebelum pandemi.

Misalnya saja restoran mulai menawarkan menu favoritnya dalam bentuk beku. Fenomena frozen food ini membuat pelanggan bisa menyantap menu yang disukai tanpa perlu terganggu oleh pembatasan sosial atau larangan dine-in.

Makanan dan minuman yang memberi rasa nyaman ini bukan saja soal rasa tapi juga ukuran. Foodnavigator-asia menunjukkan tren di Indonesia orang mengurangi frekuensi belanja makanan dan minuman. Namun jumlah pembelian menjadi lebih besar dalam sekali belanja karena konsumen tak ingin terlalu sering keluar rumah.

Ini misalnya tercermin dari tren kopi satu liter pada tahun lalu. Jika pandemi berkepanjangan, maka diprediksi restoran dan produsen makanan ada menambah besar porsi dan ukuran kemasan pada 2021.

3. Kuliner Korea

Kopi Dalgona (Photo by Tijana Drndarski on Unsplash)

Wisata kuliner dari rumah akan menjadi bagian dari tren pada 2021. Petualangan lidah menjadi pengganti pengalaman luar ruang yang tak bisa diperoleh selama pandemi masih berlangsung.

Riset pasar Mintel menunjukkan orang sedang mencari makanan dan minuman unik yang memberikan pengalaman dan rasa baru. Pengalaman baru dan keunikan itu tentu saja ujungnya adalah ekspresi di media sosial.

Baca juga  Ini 7 Kata Terlarang Pencarian di Google. Pokoknya Jangan Cari!

Mintel menyebut pandemi membuat kuliner bukan lagi cuma soal kenyang. Tak bisa keluar rumah membuat banyak orang mencari cara lain mengekspresikan diri antara lain lewat kuliner. Pada 2021 makanan dan minuman akan jadi bentuk ekspresi perasaan, mood, passion, bahkan kepribadian.

Lalu, seperti apa makanan atau minuman apa yang akan jadi tren pada wisata kuliner dari rumah ini?

Masih ingat tren kopi dalgona yang membuat banyak minimarket kehabisan kopi hitam instan? Atau tren cream cheese garlic bread ala Korea pada 2020?

Majalah Forbes dalam analisisnya soal tren kuliner 2021 memprediksi makanan Korea akan jadi gelombang yang menyusul drakor dan K-Pop. Apalagi banyak perusahaan kuliner Korea terus berinovasi agar produknya lebih mudah diterima selera dunia.

4. Kuliner dengan kepedulian sosial dan lingkungan

Produk dan layanan kuliner dengan embel-embel kepedulian sosial dan ramah lingkungan sebenarnya bukan hal baru. Namun, Mintel mencatat pandemi membuat publik dunia lebih melihat nilai tambah ini karena merasa wabah ini menunjukkan bahwa mereka perlu lebih peduli dengan lingkungan dan mereka yang terdampak pandemi.

Mintel memprediksi usaha kuliner yang akan ngetren bukanlah yang sekadar bisa membuat pelanggan memuaskan diri, tapi juga membantu lingkungan dan sesama.

Indikasi ini juga muncul di Indonesia ketika banyak usaha kuliner yang limbung akibat wabah korona bisa terselamatkan bisnis dan karyawannya karena menjual produknya bukan untuk dikonsumsi pembeli. Mereka justru memberi kesempatan kepada pelanggan untuk mengirimkan makanan kepada tenaga kesehatan atau masyarakat yang terdampak pandemi.

***

Itulah tadi beberapa fenomena yang diprediksi akan terjadi di dunia pada 2021. Adakah yang sesuai dengan seleramu?

Ikuti Berita Kami di Google News, Klik Disini

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana