Bantu Rp50 Juta per Desa, Isran Lakukan Percepatan Pengetasan Stunting

SAMARINDA,PROKALTIM – Kasus stunting di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak. Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada anak.

Dalam upaya percepatan penanggulangan stunting di tingkat desa, Pemerintah Provinsi Kaltim telah meluncurkan alokasi bantuan Rp 50 juta per Desa di Kabupaten dan Kota se-Kaltim.

“Pak Menteri Bahagia (Kepala BKKBN Nasional dr Hasto Wardoyo), tahun 2021 ini, Pemprov  telah memberikan bantuan dan dukungan kepada desa-desa sebesar Rp50 juta per desa,” kata Gubernur Kaltim H Isran Noor saat Rapat Evaluasi Capaian Program Bangga Kencana Tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Ruang Heart of Borneo, Kantor Gubernur Kaltim, beberapa hari lalu.

Melansir dari laman Kaltimprov.go.id, bantuan Pemprov itu, lanjutnya, diperuntukkan bagi 841 desa di Kaltim, dimana salah satunya untuk penanggulangan stunting, selain masalah kesehatan dan kegiatan desa lainnya.

Baca juga  Lanal Balikpapan Serbu Pelabuhan Semayang dengan 350 Dosis Vaksin

Mantan Bupati Kutai Timur ini pun menyebutkan total bantuan bagi ratusan desa itu ada sekitar Rp 44 miliar.

“Masalah stunting sudah prioritas kita di daerah Pak Menteri. Semoga, bukan saja upaya keras pemerintah, tetapi ada kesadaran masyarakat dan pihak lain ikut menanggulangi stunting ini,” harapnya.

Selain itu, orang nomor satu Benua Etam ini menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian pusat melalui BKKBN memberikan bantuan bagi desa-desa di Kaltim.

“Saya juga terima kasih Pak Menteri Bahagia atas BLT sebesar Rp24 miliar untuk desa-desa di Kaltim. Saya sangat berterimakasih Pak Menteri, terima kasih, terima kasih,” ucap Isran.

Sementara Kepala BKKBN Nasional dr Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi atas komitmen dan tekad Gubernur Isran Noor bersama jajaran Pemprov Kaltim dalam menanggulangi masalah stunting di daerah.

Baca juga  Danlantamal XIII Tarakan Tinjau Serbuan Vaksin di Pangkalan TNI AL Balikpapan

“Saya terima kasih sekali Pak Gubernur sudah membantu desa terkait stunting, juga PKK ikut terlibat langsung ke desa-desa. Ini bagi kami sangat membantu dalam pelaksanaan program BKKBN di desa,” ujar mantan Kepala Puskesmas Kenohan Kutai Kartanegara ini.

Hasto menambahkan kasus stunting ini meningkat di saat pandemi dari beberapa survei, karena itu penanggulangan stunting dan pandemi harus gotong royong.

“BKKBN ditunjuk untuk vaksinasi ibu-ibu hamil dan keluarga. Makanya, nanti kami akan ke Kaltim membantu Pak Gubernur meningkatkan pencapaian vaksinasi, selain TNI dan Polri. BKKBN siap membantu Pak Gubernur,” ungkap pria yang sudah malang melintang bertugas di Benua Etam ini. (yan/dit)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana