Hampir Lemas, Bekantan Masuk Folder Warga Terpesona

SAMARINDA, PROKALTIM- Dua ekor bekantan membuat heboh warga dan pengunjung yang berada di folder Air Hitam, Jalan AW Sjahranie, Kelurahan Air hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (9/3) sekitar pukul 14.30 Wita, tak hanya membuat heboh, dua primata berbulu emas ini juga memesona, khawatir terjadi apa-apa, penyelamatan pun dilakukan, karena nampak berenang di dalam kolam folder Air Hitam, seperti kebingungan untuk mencapai daratan.

Warga sekitar sempat mengira jika kedua hewan dengan nama lain Nasalis Larvatus adalah orang yang tengah berenang, namun setelah diperhatikan lagi, barulah diketahui jika itu adalah dua ekor bekantan yang sedang berenang.

“Saya sedang berjualan, tiba-tiba orang di sekitar tempat saya berjualan teriak, saat saya lihat ke arah air di dalam folder ternyata ada dua ekor monyet sedang berenang ke sana-kemari,” Ucap Syamsidar (39) penjual es disekitar folder.

Beberapa warga mencoba menangkap kedua bekantan dengan terjun ke dalam air, namun usaha itu justru membuat salah satu monyet berukuran berhasil menepi dan kabur ke arah gunung.

Baca juga  Rayakan Idul Fitri, PHKT Gelar Doa Bersama dan Beri Santunan ke Anak Yatim

Sementara satu ekor lagi yang berukuran kecil masih berputar-putar di dalam kolam folder, upaya penyelamatan dengan cara berenang itu pun gagal lantaran bekantan lebih gesit untuk bergerak dan bisa menyelam.

Tidak menunggu lama-lama, akhirnya delapan personil anggota Samarinda Animal Rescue (SAR) yang menerima informasi tersebut langsung menuju lokasi keberadaan bekantan tersebut.

Berbekal dua tongkat penjerat, dua anggota (SAR) yakni Febri dan Haekal menggunakan perahu yang ada di sekitar folder untuk bisa menjangkau bekantan yang masih kebingungan di dalam kolam folder, di takutkan jika tidak segera diselamatkan bekantan bisa mati lemas.

Upaya penyelamatan sempat berjalan dramatis, Kedua anggota Samarinda Animal Rescue (SAR) sempat kalang kabut lantaran bekantan selalu menghindar saat hendak ditangkap, butuh waktu sekitar 30 menit berjuang bekantan berhasil dievakuasi dari dalam kolam folder dan dibawa ke darat.

“Dengan keterbatasan peralatan yang ada, kedua anggota kami berhasil mengevakuasi bekantan di dalam air, sebab sepintar-pintarnya bekantan berenang tetap akan lemas jika terlalu lama di dalam air,” ucap Ketua Samarinda Animal Rescue (SAR), Suparlin.

Baca juga  Kaltim Masih 27,18 persen Blankspot, Isran : Saya Perintahkan Segera Bangun BTS

Menurut Suparlin, keberadaan bekantan memang jarang terjadi ditengah kota apalagi di dalam fasilitas umum seperti folder yang berada di kawasan kelurahan air hitam, Namun mengingat di sekitar folder masih terdapat hutan maka kemungkinan jika bekantan ini tersesat hingga masuk ke dalam air.

Dirinya belum mengetahui apakah bekantan ini adalah peliharaan warga atau bukan, Tapi dilihat dari tubuhnya tidak ada tanda pengikat di pinggangnya maka diduga kuat bekantan ini bukan milik warga setempat.

“Kami juga pernah menangani monyet yang melakukan penyerang terhadap warga yang berada di folder ini, Tetapi berbeda jenis saat itu monyet ekornya panjang,” ucap Suparlin.

Untuk selanjutnya bekantan tersebut akan di bawa ke Posko 2 Disdamkar Kota Samarinda, untuk Kemudian bekantan akan diserahkan ke pihak BKSDA Kaltim.

“Bekantan adalah jenis primata dilindungi. Untuk itu perlu penanganan khusus dan selanjutnya kami serahkan kepada pihak BKSDA,”Tutupnya.(Jum/adl)

Ikuti Berita Kami di Google News, Klik Disini

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana