Tabung Oksigen Kosong, Harga Regulator Meroket Rp1,9 juta

SAMARINDA, PROKALTIM- Pandemi Covid-19 belum usai bahkan kian meningkat, jeritan masyarakat memasuki babak baru, barang-barang kebutuhan pengobatan maupun pencegahan bagi pasien Covid-19 perlahan mulai langka, tabung oksigen yang digaungkan masih tersedia oleh pemerintah kota Samarinda pun nyatanya tak terlihat barangnya.

Pandhu Samudra (26), warga Samarinda dari tempat satu ke tempat yang lain mencari keberadaan tabung oksigen beserta perlengkapan penunjang lain.

“Dari jam 4 sore hingga jam 8 malam, saya cari tabung oksigen tidak juga menemukan hampir setiap apotek saya singgahi tak ada yang menjualnya,” Ungkapnya.

Barang yang dibeli tidak ada, untungnya salah seorang kerabat membantu meminjamkan, tabung didapat namun regulator masih harus dibeli.

Baca juga  Dugaan Mafia Tanah di Suryanata Samarinda Ulu, BPN Akui itu Sertifikat Palsu

Barang satu ini pun langka, satu tersedia di apotek yang berada di Jalan H. Juanda Samarinda Ulu yang tak jauh dari Flyover itu, namun dirinya dikejutkan dengan harga yang diluar akal sehat yaitu 1 unit regulator dibandrol dengan harga Rp.1,950 juta.

“Keliling mencari regulatornya, ada stok di apotek daerah Jalan Juanda, tapi harganya udah gak masuk akal, mencapai Rp. 1,950 juta,” jelasnya.

Jika dilihat dari harga penjualan dibeberapa market place, terlihat harga sebuah regulator berkisar antara Rp 200 ribu – Rp 500 ribu.

Menyikapi hal tersebut diatas Pemilik Sarana Apotek (PSA) Mustang Farma Syafrizon, yang berada di Jalan Pulau Kalimantan Kecamatan Samarinda Kota mengatakan kelangkaan tabung oksigen telah dirasakan pihaknya seminggu belakangan ini.

Baca juga  Korban Ketiga Ditemukan, Akhiri Pencarian Ledakan Kapal PT Barokah.

“Seminggu belakangan ini sudah kosong, kami hanya melayani refile tabung (isi ulang), itupun kami juga harus menunggu jadwal dari agen pengisian,” kata Syafrizon.

Dirinya mengaku prihatin dengan kondisi tersebut, menyikapi kelangkaan serta pelonjakan permintaan tabung oksigen pihaknya pun berupaya untuk bisa memenuhi kebutuhan permintaan tabung serta tidak mengambil keuntungan di balik penderitaan saat ini.

“Jujur prihatin dengan kondisi seperti ini, kami berupaya memaksimalkan untuk memenuhi hal ini namun mau bagaimana, dari distributornya saja sudah langka, tapi kami tidak mau mengambil keuntungan dibalik penderitaan saat ini dengan menaikan harga,”Jelas Syfrizon. (Sam/adl)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana