Dampak Sekolah Daring, Pelajar Kecanduan Game Online. Parlindungan: Perlu Ada Kombinasi Antara Belajar Daring dengan Tatap Muka

BALIKPAPAN,PROKALTIM – Masih berjalannya kebijakan belajar melalui sistem daring, khusus untuk pelajar SD, SMP dan SMA membuat kecendrungan anak-anak meluangkan waktu untuk bermain game online.

Aktivitas itu juga mendapat perhatian DPRD Kota Balikpapan, karena para orangtua anak segera bisa belajar ke sekolah.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Parlindungan Sihotang mengatakan, untuk pendidikan kedepan harus ada inovasi yang di lakukan sehubungan dengan situasi yang belum menentu. Satu contoh mungkin para orang tua harus bisa aktif mengawasi anak-anak yang saat ini sudah mulai sedikit over dalam penggunaan gadgetnya, ini juga salah satu kekhawatiran kita.

“Karena gadget ini juga ada pengaruhnya luar biasa terhadap tingkah laku anak-anak kita di rumah yang kita tidak sadar ini juga semakin lama akan semakin berbahaya,” kata Parlindungan Sihotang, kepada Prokaltim, belum lama ini.

Baca juga  Reses Aminuddin, Aspirasi Warga Terkait Pendidikan, Minyak Goreng Mahal, dan Infrastruktur

Dia juga menyampaikan, jadi harapan harus ada kombinasi nantinya ke depan, daring dengan tatap muka, walaupun dengan sistem mungkin bertahap, beberapa orang di satu titik di mana yang terdekat di rumah-rumahnya, perlu ada pemetaan.

“Misalnya satu contoh suatu tempat ada 5 orang yang tinggal di situ itu di kelompok, ya sudah 5 orang untuk tatap muka kapan dengan durasi yang singkatan,” ucapnya.

Politisi fraksi Nasdem ini juga mengungkapkan, untuk melaksanakan ini juga berarti guru-guru itu perlu ada insentif juga, karena bagaimanapun mereka juga pasti akan mengeluarkan biaya ekstra untuk melaksanakan program tatap muka walaupun beberapa tempat.

“Ini juga menjadi perhatian dari Kepala-kepala Dinas, juga Komisi IV untuk mencoba mendorong agar para guru bisa diberikan tambahan khusus juga bisa bekerja dengan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Baca juga  Pemkot Harus Membuat Kajian Penyebab Terjadinya Banjir. Sabaruddin: Perketat Izin Pengupasan Lahan

Lanjutnya, semua guru baik honor maupun ASN, guru harus tetap mengajar, karena penggunaan gadget yang berbahaya artinya perlu ada pembatasan anak-anak makanya perlu ada kombinasi antara daring dengan tatap muka.

“Bagaimana caranya kita agar coba diskusikan dengan semua pihak termasuk pemerhati sekolah, orang tua murid dan lembaga-lembaga yang membidangi pendidikan,” tambahnya.

Kita mesti bersama-sama tidak bisa hanya Komisi IV atau Kepala Dinas Pendidikan atau Wali Kota, harus sama-sama supaya lebih matang. (to)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kaltim News


Pendaftaran Kolomnis Kaltimsiana