Press "Enter" to skip to content

Alfamart 2026 Jadi Peluang Bisnis di Kaltim, Modal Mulai Ratusan Juta

PROKALTIM.COM – Peluang membuka usaha alfamart di Kalimantan Timur semakin terbuka pada 2026, dengan kebutuhan modal yang mencapai ratusan juta rupiah tergantung tipe gerai dan lokasi usaha.

Bisnis waralaba Alfamart menjadi salah satu pilihan usaha ritel yang cukup diminati karena sistemnya yang sudah mapan dan memiliki jaringan luas di Indonesia. Skema kerja sama yang ditawarkan memungkinkan masyarakat membuka gerai baru, melakukan konversi toko, hingga mengambil alih gerai yang sudah beroperasi.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat tiga model kerja sama utama, yakni gerai baru, konversi, dan take over. Masing-masing skema memiliki kebutuhan investasi yang berbeda sesuai kondisi lokasi dan kesiapan usaha.

Untuk pembukaan gerai baru, estimasi modal berkisar antara Rp300 juta hingga Rp500 juta tergantung ukuran dan kapasitas toko. Nilai tersebut sudah mencakup berbagai kebutuhan seperti biaya lisensi, instalasi listrik, peralatan gerai, sistem kasir, hingga promosi pembukaan.

Sementara itu, biaya franchise fee ditetapkan sekitar Rp45 juta untuk masa kerja sama selama lima tahun. Komponen ini menjadi bagian dari investasi awal yang wajib dipenuhi oleh calon mitra.

Bagi pelaku usaha yang ingin langsung menjalankan bisnis tanpa memulai dari nol, tersedia skema take over atau pengambilalihan gerai yang sudah beroperasi. Namun, investasi yang dibutuhkan lebih besar, umumnya mulai dari Rp800 juta tergantung lokasi dan performa toko.

Selain modal awal, mitra juga akan dikenakan sistem royalti yang dihitung berdasarkan penjualan bersih. Skema ini bersifat progresif dan menjadi bagian dari kerja sama bisnis antara pemilik gerai dan perusahaan induk.

Direktur Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Solihin, menjelaskan bahwa besaran investasi sangat bergantung pada kondisi lokasi dan bentuk bangunan yang digunakan.

“Kalau ditanya rata-rata di luar tempat, investasinya kisaran Rp300 juta sampai Rp500 juta,” ujarnya.

Dengan sistem yang terintegrasi dan dukungan operasional dari perusahaan, bisnis ini dinilai memiliki potensi balik modal yang menarik, terutama jika lokasi gerai strategis dan memiliki tingkat penjualan stabil.

Di tengah pertumbuhan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara, peluang bisnis ritel seperti Alfamart diperkirakan akan terus berkembang, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan belanja modern yang mudah diakses.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *